Overthinking dan Risiko Anemia pada Remaja
- 01 Apr 2026 14:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami remaja dan mahasiswa. Kondisi ini berkaitan erat dengan stres berkepanjangan yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, termasuk meningkatkan risiko anemia.
Stres yang muncul akibat overthinking dapat memicu perubahan fisiologis dalam tubuh. Penelitian dari Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kondisi kesehatan seperti anemia pada remaja putri .
Selain itu, stres juga berpengaruh terhadap pola makan seseorang. Studi dalam Universitas Tarumanagara menjelaskan bahwa stres dapat mengubah kebiasaan makan, baik menjadi berlebihan maupun tidak teratur, yang pada akhirnya memengaruhi asupan nutrisi penting seperti zat besi .
Kurangnya asupan zat besi menjadi salah satu penyebab utama anemia. Ketika seseorang terlalu sering overthinking, nafsu makan cenderung menurun atau pola makan menjadi tidak seimbang, sehingga tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi hemoglobin.
Tidak hanya itu, kondisi mental juga memiliki hubungan dua arah dengan kesehatan fisik. Penelitian dari Universitas Pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa anemia defisiensi besi dapat berkaitan dengan gangguan psikologis seperti depresi, yang sering muncul akibat tekanan pikiran berlebih .
Stres dan anemia juga dapat saling memperburuk kondisi tubuh. Studi lain menunjukkan adanya hubungan antara stres dan anemia dalam berbagai kondisi kesehatan remaja, yang menandakan bahwa kesehatan mental dan fisik tidak dapat dipisahkan .
Oleh karena itu, penting untuk mengelola overthinking sejak dini melalui pola hidup sehat, manajemen stres, serta menjaga asupan nutrisi seimbang. Dengan demikian, risiko anemia dapat ditekan dan kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....