Campak Bisa Berbahaya, Ini Penjelasannya
- 31 Mar 2026 09:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Penyakit campak kembali menjadi perhatian publik , meskipun masih sering dianggap sebagai penyakit ringan yang hanya ditandai demam dan ruam pada kulit.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dr. Saddam Ismail melalui kanal YouTube @saddamismail yang tayang pada 13 Maret 2026, yang mengingatkan bahwa campak merupakan infeksi virus serius dan sangat mudah menular.
“Campak itu bukan sekadar ruam biasa, tapi infeksi virus yang bisa menyebabkan komplikasi serius,” ungkap Dr. Saddam Ismail dalam penjelasannya dalam kanal tersebut, seraya menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini.
Ia menjelaskan, gejala awal campak sering kali menyerupai flu berat, seperti demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Setelah beberapa hari, barulah muncul ruam merah yang biasanya dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Menurutnya, fase awal inilah yang kerap tidak disadari sebagai campak, padahal pada periode tersebut virus sudah aktif dan dapat menular ke orang lain. Kondisi ini membuat banyak orang terlambat melakukan pencegahan sejak dini.
Penularan campak terjadi melalui udara dan percikan saluran pernapasan, seperti saat penderita batuk atau bersin. Virus bahkan dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan tertentu, sehingga risiko penularannya sangat tinggi, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan penyakit ini, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Selain itu, Dr. Saddam Ismail mengingatkan pentingnya etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan tangan, serta memastikan sirkulasi udara yang baik di rumah untuk mengurangi risiko penularan.
Dalam penanganan awal, ia menyarankan agar penderita cukup beristirahat, menjaga asupan cairan, serta mengonsumsi obat penurun demam sesuai aturan. “Perawatan campak lebih banyak bersifat suportif sambil tubuh melawan infeksi,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala berat seperti sesak napas, kejang, tidak mau minum, atau kondisi tubuh semakin lemas.
Sebagai latar belakang, campak merupakan penyakit infeksi virus yang telah lama dikenal dan masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara berkembang, terutama akibat rendahnya cakupan imunisasi dan kurangnya kesadaran masyarakat.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap campak sebagai penyakit ringan, melainkan sebagai kondisi yang perlu diwaspadai dan dicegah sejak dini melalui langkah-langkah kesehatan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....