Bahaya Tidur setelah Sahur Bagi Kesehatan Tubuh
- 06 Mar 2026 09:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Langsung terlelap setelah menyantap hidangan sahur mungkin terasa nikmat, namun kebiasaan ini menyimpan risiko serius bagi sistem pencernaan. Secara alami, tubuh membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengolah makanan hingga lambung menjadi kosong.
Ketika Anda tidur, proses metabolisme melambat sehingga makanan tertahan lebih lama di dalam perut. Dilansir dari laman halodoc, menyebutkan bahwa kondisi ini memicu gangguan sembelit karena usus menyerap terlalu banyak cairan dari sisa makanan, membuat feses menjadi kering, padat, dan sulit dikeluarkan, terutama saat tubuh sedang kekurangan asupan air selama berpuasa.
Selain masalah pencernaan bawah, kebiasaan ini merupakan pemicu utama kenaikan berat badan yang signifikan selama bulan Ramadan. Tidur segera setelah makan menghambat pembakaran kalori yang seharusnya menjadi energi untuk aktivitas seharian.
| Baca juga: Manfaat Brotowali untuk Kesehatan Tubuh |
Alih-alih diolah, kalori tersebut justru menumpuk menjadi lemak di berbagai bagian tubuh, terutama di area perut. Hal inilah yang menyebabkan perut terasa begah, membuncit, dan angka timbangan terus melonjak meskipun Anda sedang menjalankan ibadah puasa.
Risiko yang tidak kalah berbahaya adalah munculnya gangguan saluran cerna atas seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Saat posisi tubuh berbaring dalam keadaan perut penuh, asam lambung akan bergejolak dan naik kembali menuju kerongkongan.
Tekanan ini menyebabkan nyeri pada ulu hati dan sensasi tidak nyaman yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. Jika dibiarkan, gejolak asam lambung ini akan merusak ritme pencernaan dan membuat tubuh terasa lemas sepanjang hari karena sistem internal bekerja terlalu keras di saat yang tidak tepat.
| Baca juga: Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan Tubuh |
Dampak buruk terakhir yang sering dirasakan adalah sensasi dada dan tenggorokan yang terasa panas terbakar atau heartburn. Karena makanan sulit bergerak turun akibat gravitasi yang tidak mendukung saat berbaring, makanan tersebut berisiko melukai lapisan kerongkongan.
Kondisi ini sering kali disertai dengan sendawa terus-menerus dan rasa pahit di mulut, yang pada akhirnya justru merusak kualitas tidur Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap terjaga sejenak setelah sahur agar tubuh dapat memproses nutrisi dengan optimal demi kelancaran ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....