Olahraga Malam dan Kesehatan Jantung: Aman Asal Sesuai Kondisi Tubuh
- 01 Mar 2026 20:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Olahraga pada malam hari semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan. Keterbatasan waktu di siang hari membuat banyak orang memilih beraktivitas fisik setelah jam kerja, mulai dari futsal, sepak bola, bulu tangkis, tenis meja, hingga senam.
Dikutip dari Hermina Hospital, secara medis, olahraga malam tidak secara otomatis membahayakan kesehatan jantung. Waktu yang dinilai ideal untuk berolahraga pada malam hari adalah antara pukul 18.00 Wib hingga 20.00 Wib
Pada rentang waktu tersebut, suhu tubuh berada pada kondisi optimal sehingga otot lebih fleksibel dan respons enzim tubuh meningkat. Aktivitas fisik pada malam hari juga dapat membantu meredakan ketegangan setelah seharian beraktivitas.
| Baca juga: Kenali Kondisi Tubuh Anda saat Minum Kopi |
Meski demikian, olahraga sebaiknya tidak dilakukan satu hingga satu setengah jam sebelum waktu tidur. Aktivitas fisik dengan intensitas tertentu dapat meningkatkan kewaspadaan tubuh dan berpotensi mengganggu kualitas tidur.
Risiko terhadap jantung umumnya bukan disebabkan oleh waktu olahraga, melainkan oleh kondisi fisik yang tidak siap atau riwayat penyakit yang tidak terdeteksi.
Olahraga dengan intensitas tinggi atau bersifat anaerob, seperti sepak bola atau tenis kompetitif, dapat membebani jantung jika dilakukan tanpa persiapan kebugaran yang memadai.
| Baca juga: Ini Kegunaan Jam Tangan Pintar bagi Anda |
Karena itu, pemilihan jenis olahraga perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, serta riwayat penyakit masing-masing individu.
Kasus henti jantung saat berolahraga umumnya berkaitan dengan gangguan listrik pada jantung yang sebelumnya tidak terdiagnosis. Kondisi tersebut juga dapat dipicu oleh dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit seperti magnesium dan kalium.
Untuk meminimalkan risiko, individu yang jarang berolahraga atau memiliki faktor risiko penyakit jantung dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai latihan intensitas tinggi.
Olahraga tetap penting bagi kesehatan, selama dilakukan secara teratur, terukur, dan tidak berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....