Mengenal Hoarding Disorder dan Dampaknya
- 28 Feb 2026 21:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Hoarding disorder adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan kesulitan ekstrem untuk membuang atau melepaskan barang, meskipun barang tersebut tidak lagi memiliki nilai guna. Akibatnya, rumah menjadi sangat penuh hingga mengganggu fungsi ruang dan aktivitas sehari-hari.
Dalam klasifikasi resmi yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association melalui Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), hoarding disorder diakui sebagai diagnosis tersendiri. Sebelumnya, kondisi ini sering dianggap bagian dari gangguan obsesif kompulsif, namun kini dipahami memiliki karakteristik berbeda.
Penderita hoarding disorder biasanya merasakan kecemasan intens saat diminta membuang barang. Mereka sering memiliki keterikatan emosional kuat terhadap benda, termasuk koran lama, kemasan bekas, pakaian usang, atau barang rusak. Bagi orang lain barang tersebut mungkin tampak tidak penting, tetapi bagi penderita, benda itu terasa “terlalu berharga” untuk dilepaskan.
Dampaknya tidak hanya pada kondisi rumah yang menjadi sempit dan tidak aman, tetapi juga pada kesehatan fisik dan hubungan sosial. Tumpukan barang dapat meningkatkan risiko kebakaran, jatuh, hingga gangguan kebersihan. Secara sosial, penderita kerap menarik diri karena merasa malu dengan kondisi rumahnya.
Menurut sejumlah penelitian psikologi klinis, hoarding disorder sering berkaitan dengan trauma masa lalu, kehilangan, atau gangguan kecemasan. Proses menyimpan barang menjadi cara untuk menciptakan rasa aman atau kontrol dalam hidup.
Penanganan hoarding disorder umumnya melibatkan terapi perilaku kognitif (CBT) dan pendampingan profesional kesehatan mental. Dukungan keluarga juga sangat penting, namun perlu dilakukan dengan empati, bukan paksaan, karena tekanan justru bisa memperburuk kecemasan penderita.
Memahami hoarding disorder membantu masyarakat lebih peduli dan tidak sekadar memberi label “pemalas” atau “jorok”. Ini adalah kondisi psikologis yang membutuhkan pendekatan profesional dan dukungan lingkungan agar penderitanya dapat kembali menjalani hidup dengan lebih sehat dan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....