Dokter Ungkap Rahasia Umur Panjang Orang Jepang
- 28 Feb 2026 21:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Gaya hidup masyarakat Jepang kembali menjadi sorotan setelah kisah seorang warga berusia 104 tahun mengungkap dua resep sederhana untuk hidup panjang. Keduanya yakni tidak terburu-buru dan tidak menyimpan kebencian.
Informasi tersebut dilansir dari YouTube dr. Henry Suhendra, SpOT (K), yang membagikan pengalamannya saat belajar di Jepang pada awal 1990-an. Ia menyebut, seorang lansia Jepang berusia 104 tahun pernah ditanya mengenai rahasia umur panjangnya dan menjawab singkat, “No rush, no hate” atau tidak tergesa-gesa dan tidak membenci.
“Kalau kita keburu-buru itu menimbulkan stres ringan tapi kronis. Kalau berlangsung lama tetap berdampak buruk bagi kesehatan. Begitu juga kebencian, itu menjadi beban stres bagi diri sendiri,” ujar dr. Henry.
Ia menjelaskan, stres berkepanjangan berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Karena itu, pengelolaan stres menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Menurut dr. Henry, prinsip tersebut selaras dengan konsep gaya hidup sehat yang ia pegang, yakni diet seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, dan manajemen stres. Ia menilai pola hidup masyarakat Jepang secara umum mendukung empat aspek tersebut.
Pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan di Hokkaido Orthopedic Memorial Hospital serta berjejaring dengan Departemen Ortopedi Universitas Hokkaido memberikan gambaran nyata tentang kedisiplinan dan budaya kerja masyarakat Jepang.
“Makanan mereka relatif rendah lemak dan banyak mengonsumsi ikan. Aktivitas fisik juga tinggi. Jepang termasuk bangsa dengan jumlah langkah harian terbanyak di dunia,” katanya.
Ia juga menyoroti budaya santun dan kerja sama yang kuat. Dalam pengalamannya di ruang operasi, seorang profesor selalu membungkuk kepada tim sebelum tindakan medis dimulai sambil mengucapkan “Yoroshiku onegaishimasu,” sebuah ungkapan yang bermakna ajakan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kesan tersebut, menurutnya, memperlihatkan bagaimana ketenangan, rasa hormat, serta manajemen emosi menjadi bagian dari budaya sehari-hari yang berdampak pada kualitas hidup.
Jepang sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah centenarian atau penduduk berusia di atas 100 tahun terbanyak di dunia. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan pola makan, aktivitas fisik, keteraturan hidup, serta kemampuan mengelola stres.
Dengan demikian, pesan sederhana untuk tidak terburu-buru dan tidak menyimpan kebencian dinilai bukan sekadar nasihat moral, melainkan bagian dari fondasi kesehatan jangka panjang yang telah terbukti dalam praktik kehidupan masyarakat Jepang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....