Pengapuran Lutut, Haruskah Operasi?

  • 28 Feb 2026 12:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Pengapuran sendi lutut atau osteoartritis grade 4 kerap dianggap harus ditangani dengan operasi, padahal terdapat pilihan terapi lain yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Tingkat rasa sakit pun berbeda pada setiap orang karena ambang nyeri bersifat personal.

Penjelasan tersebut dilansir dari kanal YouTube dr. Henry Suhendra, SpOT (K) yang membahas opsi penanganan osteoartritis lutut berat atau Kellgren-Lawrence grade 4, yakni kondisi tulang rawan sudah habis hingga terjadi gesekan tulang dengan tulang (bone to bone).

Dalam pemaparannya, dr. Henry Suhendra menyebutkan bahwa terdapat dua pendekatan utama dalam menangani kondisi tersebut, yakni operasi total knee replacement (TKR) dan terapi non-operasi melalui penguatan otot terprogram. “Tidak selalu operasi. Hidup itu pilihan, dan pilihan ada di tangan pasien,” jelasnya.

Ia menuturkan, prosedur operasi TKR saat ini telah berkembang dengan dukungan teknologi robotik yang dinilai lebih presisi dan dapat mempercepat proses pemulihan. Namun, bagi pasien yang memilih tanpa operasi, latihan otot secara tepat, teratur, dan terukur juga dinilai memiliki dasar ilmiah.

Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa osteoartritis dapat memburuk apabila otot-otot penyangga sendi tidak terlatih dengan baik. Penguatan otot dari area panggul hingga tungkai bawah dinilai mampu mengurangi beban sendi lutut, bahkan pada beberapa kasus dapat menurunkan rasa nyeri secara signifikan.

Ia mencontohkan pasien lanjut usia dengan grade 4 pada kedua lutut yang menjalani latihan otot selama lebih dari enam bulan dan mengalami perbaikan rasa sakit. Namun demikian, ia menekankan bahwa respons terhadap nyeri sangat individual sehingga hasil terapi dapat berbeda pada setiap orang.

Dalam kasus lain, seorang pasien berusia 56 tahun yang telah menjalani latihan selama 11 bulan akhirnya tetap memilih operasi karena nyeri belum tertangani optimal. Setelah menjalani operasi dan fisioterapi, keluhan nyeri membaik dalam waktu relatif singkat. Ia menjelaskan, perbaikan cepat tersebut tidak terlepas dari kondisi otot yang telah dipersiapkan sebelumnya melalui latihan jangka panjang.

Ia juga menambahkan bahwa faktor obesitas dan kelainan bentuk lutut seperti genu valgum berat dapat memperparah keluhan nyeri sehingga memengaruhi keputusan terapi. Oleh karena itu, pendekatan individual dinilai penting dalam menentukan langkah penanganan.

Dr. Henry menegaskan bahwa tidak semua pasien dengan osteoartritis grade 4 harus menjalani operasi. “Kami memberikan opsi, tidak ada kata harus. Dua-duanya bisa berhasil, tergantung kondisi dan pilihan pasien,” ujarnya.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa pengapuran sendi lutut berat memiliki berbagai opsi penanganan yang perlu dipertimbangkan secara menyeluruh, termasuk kondisi medis, kekuatan otot, serta kualitas hidup yang ingin dicapai pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....