Mekanisme Koping Remaja dalam Menghadapi Stres
- 18 Feb 2026 14:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Setiap orang memiliki strategi atau mekanisme koping (coping mechanism) saat mengalami stress, keadaan tertekan atau emosi yang negatif. Mekanisme koping ini membantu remaja mengatasi ketidaknyamanan dari berbagai perasaan negatif yang dialaminya. Rabu, 18 februari 2026.
Dikutip dari Journal of Education and Health Promotion, bahwa Keseimbangan emosional masih bisa tetap terjaga dan remaja dapat belajar beradaptasi dengan setiap perubahan yang dihadapinya.
Mekanisme koping ini ada yang bersifat negatif, seperti makan berlebihan (stress eating), merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang atau belanja secara impulsif (impulsive buying). Bagaimana mekanisme koping yang efektif agar remaja dapat mengelola stress dan emosi negatifnya dengan sehat? Berikut cara-caranya:
1. Mengenali Penyebab Masalah
Dengan mengetahui penyebab stres atau emosi yang dirasakannya, remaja dapat membuat keputusan dan tindakan yang tepat, seperti mencari bantuan atau konseling, mengakhiri hubungan dengan orang yang menjadi sumber perasaan negatif, atau menetapkan batasan bagi diri sendiri.
2. Berolahraga
Olahraga seperti bersepeda, jogging, berenang, atau yoga dapat membantu membuat perasaan lebih rileks dan nyaman.
3. Melakukan Hobi
Menekuni hobi seperti melukis, menari atau bermain musik juga dapat membantu remaja mengekspresikan diri dan perasaannya.
4. Journaling
Membuat jurnal tentang pikiran dan perasaan yang dialami, serta mencatat hal-hal yang perlu dilakukan dapat membantu remaja lebih fokus terhadap tindakan yang harus dilakukannya.
5. Self Care
Merawat diri, beristirahat cukup dan melakukan relaksasi seperti yoga dan menditasi dapat membantu remaja membangun pikiran positif dan kepercayaan diri, serta memaafkan orang atau hal-hal yang menyakitinya.
6. Melakukan Aktivitas yang Disukai
Bermain dengan hewan peliharaan, traveling ke tempat-tempat baru, masak makanan yang disukai, atau berkebun dapat mengalihkan pikiran dari hal-hal negatif, serta membantu remaja lebih mencintai diri dan hal-hal di sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....