Autofagi: Rahasia Sehat saat Puasa

  • 18 Feb 2026 11:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Puasa tidak hanya memiliki dimensi spiritual,tetapi juga menyimpan manfaat biologis yang penting bagi kesehatan tubuh. Salah satu mekanisme ilmiah yang banyak dibahas adalah autofagi, yakni proses alami “pembersihan” sel yang aktif ketika tubuh kekurangan asupan nutrisi.

Secara etimologis, autofagi berasal dari bahasa Yunani, auto yang berarti “diri sendiri” dan phagein yang berarti “memakan”. Dalam dunia medis, autofagi dipahami sebagai proses ketika sel menghancurkan dan mendaur ulang komponen yang rusak untuk menjaga keseimbangan serta fungsi tubuh.

Menurut penjelasan medis yang dipublikasikan Alodokter, autofagi umumnya mulai optimal setelah 12 hingga 16 jam tubuh tidak menerima asupan kalori. Pada fase ini, tubuh beralih dari penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama menjadi pembakaran cadangan lemak, sekaligus memicu proses peremajaan sel.

Manfaat utama autofagi adalah detoksifikasi dan regenerasi sel. Protein yang rusak dan organel yang tidak berfungsi akan dihancurkan, sehingga mengurangi stres oksidatif dan membantu pembentukan sel baru yang lebih sehat.

Selain itu, mekanisme ini berperan dalam memperlambat penuaan seluler atau efek anti-aging. Autofagi juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, membantu mengontrol kadar gula darah pada diabetes tipe 2, serta berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker.

Dari sisi imunitas, autofagi membantu tubuh mengeliminasi sel yang terinfeksi virus atau bakteri. Proses daur ulang komponen sel ini juga mendukung perbaikan jaringan dan menjaga fungsi organ tetap optimal dalam jangka panjang.

Dengan demikian, puasa rutin, termasuk puasa intermiten, dapat menjadi salah satu cara alami untuk merangsang autofagi. Meski begitu, praktik puasa tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....