Kebiasaan Makan Malam Menjadi Perhatian untuk Kesehatan
- 15 Feb 2026 11:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kebiasaan makan malam menjadi perhatian pada kesehatan karena berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Waktu dan jenis makanan yang dikonsumsi malam hari dinilai dapat menentukan kualitas istirahat serta kebugaran keesokan harinya.
Menurut World Health Organization (WHO) yang menyarankan pola makan teratur dan bergizi seimbang. Organisasi ini juga menekankan pentingnya membatasi makanan olahan, terutama pada malam hari. Minggu, 15 Februari 2026.
Sejumlah jurnal gizi juga menyebutkan bahwa makan malam terlalu larut dan tinggi kalori berpotensi meningkatkan risiko obesitas.Pola ini juga dikaitkan dengan gangguan gula darah jika dilakukan secara terus-menerus.
Penelitian lain menunjukkan bahwa makan malam ringan dengan porsi seimbang dapat membantu menjaga berat badan. Konsumsi sayur, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks dianjurkan dibanding makanan tinggi gula atau lemak.
Para ahli gizi menjelaskan bahwa memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara makan malam dan waktu tidur dapat membantu pencernaan. Kebiasaan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas tidur dan mencegah rasa tidak nyaman di perut.
Selain jenis makanan, suasana makan malam juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Makan bersama keluarga dalam suasana tenang disebut dapat menurunkan stres dan memperbaiki mood.
Masyarakat diimbau mulai memperhatikan menu makan malam sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Perubahan kecil, seperti mengurangi gorengan dan memperbanyak sayuran, dinilai sudah memberi dampak positif.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan, makan malam tidak lagi sekadar rutinitas. Para peneliti berharap kebiasaan ini dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....