Bupati Reynaldi Minta RSUD Maksimalkan Pelayanan Kepada Pasien
- 13 Feb 2026 11:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Rapat Evaluasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Subang Tahun Anggaran 2025, sekaligus Pisah Sambut Dewan Pengawas RSUD Subang, yang berlangsung di Hotel Laska Subang, pada Kamis 12 Februari 2026. Direktur RSUD Subang Dr. Ahmad Nasuhi menyampaikan, RSUD Subang dapat memenuhi 2 aspek kinerja utama, yaitu kinerja keuangan dan pelayanan.
"Alhamdulillah, RSUD Subang hari ini, sudah mampu memenuhi sua aspek kinerja utama, baik itu aspek kinerja keuangan, maupun pelayanan," ungkap Dr. Ahmad Nasuhi.
Bupati Subang Reynaldi menegaskan, RSUD Subang tidak boleh hanya menjadi lembaga pencari profit, namun harus lebih fokus pada pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Subang. Bupati menilai, RSUD Subang masih menjadi salah satu Rumah Sakit andalan bagi masyarakat Subang, terlihat dari jumlah tempat tidur terisi yang mencapai 80 persen, sehingga pelayanan yang dilakukan harus yang terbaik.
"RSUD bukan semata-mata lembaga mencari profit, tapi menjadi lembaga yang betul-betul bisa melayani seluruh masyarakat di Kabupaten Subang. Seminggu terakhir, okupansi RSUD 80 persen lebih, swasta 43 persen," jelas Reynaldi.
Meski demikian, dia ingin RSUD Subang betul-betul hanya untuk merawat pasien yang tidak tertangani di Puskesmas. Dan Ia mendorong Puskesmas, agar lebih berperan aktif. Bahkan Kang Rey menargetkan di akhir masa kepemimpinannya, seluruh Puskesmas di Kabupaten Subang, memiliki layanan rawat inap. Dia mengaku, urusan kesehatan tidak sesederhana infrastruktur, karena layanan kesehatan tidak selesai hanya pada pembangunan fisik, tapi juga pada pemenuhan SDM.
"Walaupun ketika penuh, Saya tidak seneng, karena menandakan Puskesmas kurang optimal. Saya ingin nantinya seluruh Puskesmas semuanya bisa rawat inap," tegasnya.
Menyiasati hal tersebut, Bupati berencana, akan membuka beasiswa bagi calon dokter, agar semakin banyak dokter di Subang dan makin baik layanan kesehatan yang ada. Dirinya menggarisbawahi, RSUD Subang harus menempatkan profit di bawah pelayanan, karena yang utama dari RSUD Subang adalah, pelayanan bagi masyarakat, termasuk kepada masyarakat yang PBI-nya dihapus.
"Saya dan Pak Gubernur, sedang bahas bagaimana kita siapkan SDM dokter di Kabupaten Subang, agar mau ditempatkan di Puskesmas. Infrastruktur kita punya, tapi pelayanan kesehatan infrastrukturnya ada, SDM nya tidak ada, sama saja bohong. Pada intinya, saya selalu tekankan mindsetnya harus di rubah, dan RSUD tidak melulu tentang mencari uang. Betul RSUD harus profit, tapi yang paling penting dari itu semua nyawa manusia. Tidak boleh ada masyarakat tidak mendapat layanan kesehatan, apalagi ditolak. Satu pelayanan, dua pelayanan, tiga pelayanan, empat baru profit." pungkas dia.
Dalam evaluasi tersebut, turut diumumkan jajaran Dewan Pengawas RSUD Subang masa bakti 2025-2030, Surat keputusan diserahkan langsung oleh Bupati Subang kepada Dewan Pengawas RSUD Subang masa bakti 2025-2030, dengan susunan sebagai berikut:
- Dede Sunarya, S.H., Μ.Η., sebagai Ketua merangkap Anggota;
- H. Bambang Herdadi, SH., sebagai Anggota;
- dr. Hj. Meity Damayanti sebagai Anggota;
- Dwi Agustinus Rostandi, S.Si., ME., sebagai Anggota;
- Fahadila Fahrurozi Remi, ST., MT., sebagai Anggota;
- H. Dede Ahmad Rodiman, SKM., M.M.Kes., sebagai Sekretaris Dewan Pengawas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....