Asap Rokok Dinilai Lebih Berbahaya dari Asap Knalpot

  • 27 Jan 2026 10:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kemacetan di kawasan Bandung Raya bukan hanya memicu stres, tetapi juga membuat masyarakat terpapar berbagai polutan berbahaya. Dua sumber yang paling sering ditemui adalah asap knalpot kendaraan dan asap rokok dari pengendara di sekitar. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan, mana yang sebenarnya lebih berisiko bagi kesehatan paru-paru. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), baik asap knalpot maupun asap rokok sama-sama mengandung zat karsinogen yang berpotensi memicu penyakit serius. 

Namun, dari sisi paparan langsung dan konsentrasi zat beracun, asap rokok dinilai memiliki ancaman yang lebih spesifik, terutama bagi perokok pasif. Asap rokok diketahui mengandung lebih dari 7.000 senyawa kimia. 

Baca juga : Jalan Kaki Bermanfaat bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Dari jumlah tersebut, ratusan bersifat toksik dan sekitar 70 zat di antaranya terbukti dapat memicu kanker. Paparan dalam jarak dekat atau ruang terbatas membuat risiko ini semakin tinggi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Tobacco Control menyebutkan, konsentrasi partikel halus PM2.5 dari asap rokok di dalam ruangan dapat melampaui tingkat polusi udara di jalan raya yang padat. Kondisi ini memperkuat temuan bahwa asap rokok memberikan dampak signifikan terhadap kualitas udara yang dihirup.

Di sisi lain, kendaraan modern saat ini umumnya telah dilengkapi sistem penyaring emisi untuk menekan pelepasan zat berbahaya. Sebaliknya, rokok melepaskan racun secara langsung ke udara tanpa proses filtrasi. 

Situasi ini membuat paparan asap rokok, meski dalam waktu singkat, berpotensi lebih berbahaya dibandingkan berdiri di tepi jalan. Meski keduanya sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan, asap rokok kerap disebut sebagai ancaman senyap yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....