Dinkes Cimahi Imbau Warga Waspadai Penularan Superflu
- 08 Jan 2026 14:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan super flu atau influenza A subvarian H3N2, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus di wilayah Cimahi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini menjelaskan bahwa gejala super flu sekilas menyerupai influenza biasa. Namun, terdapat perbedaan signifikan dari sisi tingkat keparahan gejala.
“Demamnya bisa sangat tinggi, bahkan mencapai 39 sampai 41 derajat Celsius. Selain itu, penderita juga merasakan nyeri otot yang kuat, tubuh lemas, sakit kepala berat, serta batuk kering,” ujarnya saat ditemui, Kamis 8 Januari 2026.
Berdasarkan data surveilans global, kata Dwi, super flu tercatat memiliki angka kematian yang cukup tinggi di sejumlah negara. Kelompok yang paling berisiko meliputi balita usia 2 bulan hingga 5 tahun, ibu hamil, lanjut usia, serta individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza A subvarian H3N2 dan menyebar melalui droplet atau percikan cairan dari batuk dan bersin. Oleh karena itu, risiko penularan tinggi di tempat-tempat keramaian.
Untuk menekan potensi penyebaran, Dinkes Cimahi mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama saat mengalami gejala batuk atau pilek dan ketika berada di ruang publik.
Baca juga:Farhan, Tegaskan Sampah Organik RW Harus Langsung Diolah
Selain itu, masyarakat diminta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atau siku. “Kami juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menjaga pola makan bergizi, istirahat cukup, dan memperbanyak minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh,” katanya.
Dwi menegaskan, masyarakat yang mengalami demam tinggi disertai batuk dan pilek disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama bagi kelompok rentan.
“Penanganan disesuaikan dengan kondisi pasien. Jika tidak memiliki komorbid dan kondisi umum baik, bisa dirawat di rumah. Namun, jika memiliki penyakit penyerta dan kondisi memburuk, perawatan di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan,” ucapnya.
Menurut Dwi, super flu dapat menyerang semua kelompok usia, sehingga kewaspadaan perlu diterapkan secara menyeluruh oleh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....