DBD Tinggi, Hingga Akhir Tahun 9 Orang Meninggal

  • 22 Des 2025 09:51 WIB
  •  Bandung

KBRN,Garut : Tiga penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Danggue (DBD), Cikungunya dan Leptopyrosis cukup identik ditengah musim penghujan. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Asep Surachman mengatakan, untuk kasus penyakit DBD sepanjang tahun 2025 ini sudah mencapai 2405 kasus dengan angka kematian 9 orang.

"Dibanding tahun 2024 lalu mengalami kenaikan 25,9 persen atau sekitar 2300 an kasus, namun angka kematiannya lebih tinggi ditahun 2024 yaitu 11 orang,"katanya di Garut, Senin (22/12/2025).

Ia mengatakan, puncak dari DBD terjadi pada bulan januari 2025 lalu yaitu mencapai 505 kasus dan meninggal 4 orang. "Puncaknya terjadi pada julan januari 2025, mencapai 500 orang lebih dengan angka kematian sebanyak 4 orang," tuturnya.

Baca juga : Benarkah Semua Orang Bisa jadi Pengusaha?

Ia menyampaikan, dari ketiga kasus penyakit berbasis lingkungan antara DBD,Cikungunya dan Leptopyrosis dua diantaranya DBD dan leptopyrosis potensi kematiannya paling tinggi.

"Cikungunya tidak menimbulkan kematian dan tingkat produktivitasnya cenderung menurun, berbeda dengan DBD atau leptopyrosis potensi kematiannya cukup tinggi apabila tidak segera teetanggulangi,"ujarnya.

Ia menyampaikan, untuk virus jentik nyamuk DBD pola berkembang biaknya berbeda dengan nyamuk biasa, virus nyamuk DBD lebih suka berkembang jiak diwadah wasah atau tempat yang tisak berssntuhan dengan tanah.

"Genangan air dibak mandi atau tempat tempat penampungan air bersih justru sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk DBD dan tidak menhekuarkan larva atau berkembang biak di genangan air kotor seperti comberan dan lainnya,"tuturnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....