Sering Kentut, Waspadai Gejala Penyakit Tertentu

  • 17 Sep 2025 11:01 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Kentut atau dalam istilah medis dikenal sebagai flatulensi, merupakan proses alamiah tubuh untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Meskipun terdengar sepele dan sering dianggap lucu dalam budaya masyarakat, kentut sejatinya merupakan indikator penting dari kondisi sistem pencernaan seseorang.

Secara normal, seseorang bisa kentut antara lima hingga lima belas kali dalam sehari. Namun, jika frekuensinya meningkat secara signifikan hingga lebih dari 20 kali per hari, kondisi ini patut diwaspadai. Pasalnya, kentut yang terlalu sering bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Gas dalam saluran pencernaan dapat berasal dari dua sumber utama: udara yang tidak sengaja tertelan saat makan atau minum, serta gas yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri usus saat mencerna makanan. Beberapa faktor yang dapat memicu kentut berlebihan yang dikutip dari laman liputan6:

  • Konsumsi makanan tinggi serat atau sulit dicerna (seperti kol, brokoli, atau kacang-kacangan)
  • Menelan udara secara berlebihan saat makan, berbicara, atau mengunyah permen karet
  • Intoleransi terhadap jenis makanan tertentu
  • Gangguan pada sistem pencernaan
  • Perubahan keseimbangan flora usus
  • Efek samping dari obat-obatan
  • Stres dan kecemasan yang berkepanjangan

Kentut yang terlalu sering umumnya disertai dengan gejala lain, seperti perut kembung, rasa tidak nyaman, hingga bau gas yang menyengat. Bila kondisi ini berlangsung terus-menerus, tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

Meskipun tidak selalu berbahaya, kentut yang terlalu sering bisa menjadi sinyal awal adanya penyakit yang memerlukan penanganan medis. Berikut beberapa kondisi kesehatan yang berkaitan dengan flatulensi berlebih:

1. Intoleransi Laktosa

Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak mampu mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Gejala yang muncul biasanya berupa perut kembung, diare, dan tentu saja kentut berlebihan, terutama setelah mengonsumsi produk susu.

2. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

IBS merupakan gangguan fungsional pada usus besar yang menyebabkan gejala seperti nyeri perut, perubahan frekuensi buang air besar, serta peningkatan produksi gas. Penderita IBS sering mengalami kentut berlebih, terutama saat mengalami stres atau setelah mengonsumsi makanan tertentu.

3. Penyakit Celiac

Penyakit ini merupakan gangguan autoimun yang muncul akibat reaksi terhadap gluten, yaitu protein yang terdapat dalam gandum, barley, dan rye. Salah satu gejala awal yang umum dirasakan adalah sering kentut, disertai diare dan penurunan berat badan.

4. Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)

GERD ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan udara terperangkap di dalam saluran pencernaan bagian atas, yang kemudian keluar dalam bentuk sendawa atau kentut berlebih.

5. Gastroparesis

Gastroparesis adalah kondisi lambung yang lambat mengosongkan isinya ke usus. Hal ini menyebabkan makanan bertahan terlalu lama di dalam perut, sehingga terjadi fermentasi berlebihan yang menghasilkan gas dan menyebabkan kentut terus-menerus.

Tak hanya itu, kentut berlebihan juga bisa menjadi gejala awal dari kondisi medis lain, seperti radang usus (inflammatory bowel disease), tukak lambung, hingga komplikasi akibat diabetes.

Jika Anda mengalami kentut berlebihan yang berlangsung selama lebih dari dua minggu dan disertai gejala lain seperti nyeri perut hebat, perubahan pola buang air besar, penurunan berat badan yang drastis, atau darah dalam feses, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....