Anak Terkena Flu Singapura? Begini Penanganan yang Tepat
- 26 Agt 2025 10:55 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Penyakit flu Singapura tidak mengenal musim tertentu. Penyakit ini bisa menyerang anak kapan saja, terutama saat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, orang tua perlu waspada dan memahami cara merawat anak saat terserang flu Singapura.
Dokter Umum RSIA Melinda Bandung, dr. Caroline Rosiana Dewi, menjelaskan bahwa gejala awal dari flu Singapura meliputi demam, nyeri telan, sariawan, dan bintik-bintik merah di tangan dan kaki. Pada beberapa kasus, bintik-bintik juga dapat muncul di bagian tungkai, lutut, bokong, serta kulit di sekitar organ genital.
Untuk meredakan gejala, dr. Caroline menyarankan agar anak diberikan makanan bertekstur lembut. Hal ini penting terutama bagi anak usia di bawah tiga tahun yang masih mengalami kesulitan makan saat sakit.
“Selagi anaknya masih bisa makan minum di rumah, kalau untuk (anak berusia) kurang dari satu tahun, biasanya rekomendasinya diberikan ASI, atau susu formula, atau gabungan keduanya, dan larutan elektrolit, oralit bila diperlukan. Kalau untuk anak usia lebih dari satu tahun, bisa diberikan yogurt, puding, (makanan dan minuman) yang dingin-dingin, tapi tidak boleh bersifat asam, karena dapat bersifat mengiritasi sariawannya. Terus untuk anak yang lebih besar, usia lebih dari enam tahun, bisa dengan kumur, kumur air hangat dan garam untuk mengurangi rasa sakit di sariawannya,” jelasnya.
Selain menjaga asupan makan dan minum, orang tua juga perlu menangani demam dengan tepat. dr. Caroline menjelaskan agar pemberian obat penurun panas seperti ibuprofen atau paracetamol sesuai usia atau berat badan anak. Demam juga dapat diredakan dengan mengompres tubuh anak.
“Untuk demam, bisa juga dengan kompres dengan air hangat. Biasanya kan, hanya di dahi. Tapi, rekomendasi yang terbaru bisa juga di ketiak dan di lipatan paha kanan-kiri,” ujar dr. Caroline
Lebih lanjut, dr. Caroline menambahkan cara penanganan lesi atau bintik-bintik yang muncul pada kulit anak. “Untuk bintik-bintiknya ada salepnya (untuk penanganannya), biasanya (oleh dokter) diberikan salep. Biasanya dia bisa hilang sendiri, cuma kadang ada yang supaya (bintik-bintiknya) cepat hilang, diberikan salep atau lotion. Itu berbeda-beda dosisnya, isi dari salepnya. Jadi untuk salep, saya rekomendasikan untuk periksa ke dokter saja.”
dr. Caroline mengimbau agar segera membawa anak ke rumah sakit apabila gejala semakin parah. Terutama bila anak sudah mengalami demam tak kunjung turun selama tiga hari, atau kesulitan makan dan minum. Hal ini penting untuk mencegah risiko dehidrasi dan memastikan anak mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....