Kol Goreng: Lezat di Lidah, Bahaya di Tubuh
- 22 Agt 2025 14:25 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Kol goreng atau kubis goreng kerap menjadi pelengkap favorit dalam berbagai menu makanan, terutama di warung-warung makan khas Indonesia. Teksturnya yang renyah dan cita rasanya yang gurih memang menggoda selera. Namun di balik kelezatannya, ternyata kol goreng menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Meski pada dasarnya kol merupakan sayuran yang kaya manfaat, proses pengolahan dengan cara digoreng, terutama dalam minyak banyak dan panas tinggi, justru bisa menghilangkan nutrisi penting sekaligus menghasilkan zat berbahaya bagi tubuh.
Kol termasuk dalam keluarga Brassica, sejajar dengan brokoli, lobak, dan kubis Brussel. Sayuran ini hadir dalam berbagai warna hijau, ungu, hingga putih dan kaya akan kandungan vitamin C, serat, serta vitamin K yang bermanfaat bagi tubuh.
Konsumsi kol dalam bentuk segar atau direbus mampu menunjang sistem pencernaan, menjaga kesehatan jantung, serta melindungi tubuh dari efek buruk radikal bebas.
Namun semua manfaat tersebut bisa hilang atau bahkan berubah menjadi ancaman kesehatan ketika kol digoreng dengan minyak dalam suhu tinggi. Selain meningkatkan kandungan kalori dan lemak, proses penggorengan juga bisa memicu pembentukan lemak trans jenis lemak berbahaya yang sudah lama dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.
Tak hanya itu, proses penggorengan juga bisa menghasilkan akrilamida, senyawa kimia berbahaya yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker).
Berikut beberapa risiko kesehatan yang bisa muncul akibat konsumsi kol goreng secara berlebihan yang dilansir dari laman Ciputrahospital:
1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Gorengan termasuk kol goreng merupakan salah satu kontributor utama dalam meningkatnya risiko penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak trans dan kalori tinggi yang bisa menyumbat pembuluh darah, meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), dan merusak fungsi jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi makanan yang digoreng, semakin tinggi pula kemungkinan mereka mengalami gangguan jantung, termasuk penyakit arteri koroner. Gejalanya antara lain nyeri dada, sesak napas, dan rasa tidak nyaman pada bagian leher atau bahu.
2. Memicu Risiko Diabetes Tipe 2
Makanan yang digoreng dalam minyak panas, seperti kol goreng, terbukti dapat meningkatkan risiko resistensi insulin kondisi yang memicu diabetes tipe 2. Sebuah studi menyebutkan bahwa mereka yang rutin makan makanan cepat saji dua kali seminggu memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan metabolisme gula darah dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsinya.
Gula darah tinggi yang tak terkontrol dapat berujung pada berbagai komplikasi serius seperti stroke, kerusakan saraf, hingga gagal ginjal.
3. Menambah Berat Badan dan Obesitas
Meski tampak seperti camilan ringan, kol goreng sebenarnya tinggi kalori dan lemak. Lemak trans dalam gorengan bisa memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga membuat seseorang makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.
Obesitas sendiri merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit serius seperti diabetes, hipertensi, dan bahkan beberapa jenis kanker.
4. Berpotensi Menyebabkan Kanker
Salah satu dampak paling berbahaya dari konsumsi kol goreng adalah risiko kanker akibat paparan senyawa akrilamida. Senyawa ini terbentuk saat makanan yang mengandung pati digoreng pada suhu tinggi. Akrilamida telah terbukti merusak DNA dan memicu stres oksidatif serta peradangan dalam tubuh semua kondisi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sel kanker.
5. Meningkatkan Risiko Kematian Dini
Penelitian yang dirangkum oleh Mayo Clinic menunjukkan bahwa konsumsi gorengan setiap hari dapat meningkatkan risiko kematian dini, terutama pada wanita lanjut usia. Kandungan lemak jenuh dan radikal bebas dari minyak yang digunakan secara berulang kali menjadi penyebab utamanya.
Minyak bekas pakai berkali-kali tak hanya menurunkan kualitas makanan, tapi juga meningkatkan kandungan senyawa beracun dalam makanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....