Pakai Seharian, Celana Dalam Wajib Diganti Secara Rutin

  • 29 Apr 2025 20:05 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Aktivitas padat seharian membuat tubuh rentan berkeringat, terutama pada area tertutup seperti bagian organ intim. Salah satu pakaian yang berperan penting menjaga kebersihan area tersebut adalah celana dalam.

Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan pentingnya mengganti celana dalam secara rutin, padahal kebiasaan ini sangat berkaitan erat dengan kesehatan.

Celana dalam menyerap keringat, minyak tubuh, dan sisa urine yang dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri dan jamur. Jika tidak diganti secara teratur, risiko infeksi kulit, iritasi, bahkan penyakit menular seksual bisa meningkat.

Dikutip dari laman Fimela dan sejumlah sumber medis internasional, berikut panduan mengganti celana dalam secara tepat:

1. Ganti Saat Sudah Usang

Meski tidak ada aturan kadaluwarsa yang pasti, ginekolog Dr. Taraneh Shirazian, MD, menyarankan agar celana dalam diganti ketika kondisinya sudah usang.

"Celana dalam yang sudah lama digunakan dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama jika kainnya sudah tidak lembut lagi," ujar Shirazian

2. Jika Fungsinya Sudah Berkurang

Profesor mikrobiologi klinis, Philip Tierno, PhD, menyebut bahwa celana dalam yang sudah kehilangan fungsi elastisitas, berubah warna, atau berlubang sebaiknya segera diganti. Fungsi utama celana dalam sebagai pelindung organ intim menjadi tidak efektif jika bahannya sudah rusak.

3. Setelah 50 Kali Pencucian

Penelitian yang dilansir oleh Independent menunjukkan bahwa celana dalam sebaiknya diganti setelah dicuci sekitar 50 kali. Meskipun tampak bersih, pencucian berulang kali dapat membuat bahan kain menjadi tipis dan kurang efektif dalam menjaga kebersihan area intim.

4. Ganti Setahun Sekali

Bagi Anda yang kesulitan menghitung jumlah pencucian, patokan lain yang bisa digunakan adalah mengganti celana dalam minimal setahun sekali. Jika pemakaian intensif, seperti dipakai setiap hari dan dicuci rutin, maka waktu pemakaiannya bisa lebih singkat.

5. Ganti Setiap Hari

Selain mengganti celana dalam yang sudah lama, penting pula untuk menggantinya setiap hari. Terutama setelah berolahraga, bepergian dalam cuaca panas, atau saat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Hal ini untuk mencegah lembap yang memicu berkembangnya jamur dan bakteri.

Menurut pakar kesehatan, menjaga kebersihan celana dalam bukan sekadar urusan kenyamanan, tetapi juga bagian dari pencegahan penyakit. Infeksi saluran kemih, jamur vagina, hingga bau tak sedap sering kali bermula dari celana dalam yang kotor atau terlalu lama digunakan.

kebersihan celana dalam harus menjadi perhatian utama dalam rutinitas harian. Mengganti celana dalam secara rutin tidak hanya menjaga kenyamanan, tetapi juga melindungi kesehatan area tubuh yang paling sensitif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....