Kualitas tidur Menurun dapat mempengaruhi Resiko penurunan kognitif
- 10 Nov 2024 09:14 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Studi baru yang dipublikasikan di jurnal Neurology menunjukkan kaitan antara masalah tidur pada orang lanjut usia dan risiko demensia. Menurut hasil studi yang dikutip dalam siaran Web MD pada Minggu (10/11/2024), orang lanjut usia yang merasa mengantuk berat pada siang hari dan kurang bersemangat melakukan aktivitas sehari-hari berisiko mengalami sindrom risiko kognitif motorik (Motoric Cognitive Risk/MCR), kondisi yang dapat menyebabkan demensia.
Hasil analisis para peneliti menunjukkan bahwa 35,5 persen orang yang mengalami kantuk berlebihan pada siang hari dan kurang bersemangat mengalami sindrom MCR dan 6,7 persen tidak memiliki kondisi ini.
Bahkan setelah menyesuaikan faktor risiko seperti usia dan depresi, para peneliti mendapati orang dengan rasa kantuk berlebihan pada siang hari dan secara keseluruhan kurang antusias tiga kali lebih mungkin mengalami sindrom MCR dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki masalah tidur tersebut.
"Temuan kami menekankan perlunya skrining untuk masalah-masalah tidur," kata Victoire Leroy, MD, PhD. dari Albert Einstein College of Medicine di New York selaku penulis hasil studi.
"Ada kemungkinan orang bisa mendapatkan bantuan untuk mengatasi masalah tidur mereka dan mencegah penurunan kognitif di kemudian hari," katanya dalam siaran pers.
Para peneliti menyampaikan, hasil studi mereka tidak membuktikan bahwa masalah tidur menyebabkan sindrom MCR, hanya menunjukkan hubungan antara keduanya saja.
Leroy mengatakan, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menjelaskan mekanisme yang menghubungkan gangguan tidur dengan sindrom risiko kognitif motorik dan penurunan kognitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....