ITB Kelola Sampah Mandiri, Konsistensi Untuk Kampus Berkelanjutan
- 17 Sep 2024 18:55 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB) terus berkomitmen untuk mengelola sampah secara mandiri dengan berbagai inovasi dan teknologi. Hal ini sebagai upaya konsisten menjadi kampus berkelanjutan.
Pada tahun 2024 ini, pengelolaan sampah terus dijalankan dari hulu ke hilir. Berbagai upaya tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dosen, tendik, dan mahasiswa ITB dengan Tim Penanganan Sampah ITB. Secara paralel, tim terus mengimplementasikan master plan persampahan berkelanjutan di multikampus ITB, penerapan SOP pengelolaan sampah berkelanjutan baik saat ada event maupun tidak, hingga program peningkatan partisipasi sivitas akademik, seperti dilansir laman resmi ITB, Rabu (17/9/2024).
Direktur Sarana dan Prasarana ITB, Prof. Dr. Herto Dwi Ariesyady, S.T., M.T., menjelaskan proses penanganan sampah di ITB, mulai dari pewadahan di setiap gedung di ITB, pengumpulan sampah di TPSS, pengangkutan, hingga pengolahan di Instalasi Pengolahan sampah Terpadu (IPST) Sabuga.
Beliau mengatakan, terdapat beberapa metode pengolahan sampah di IPST. Luarannya, sampah organik diproses dengan black soldier fly (BSF) untuk pakan ternak dan dijadikan kompos; sampah yang memiliki daya jual ditindaklanjut di bank sampah; dan nantinya sampah residu akan dijadikan sumber energi untuk menjalankan kendaraan listrik untuk operasional pengangkutan sampah kampus.
Pengolahan sampah dari hulu
ITB mendorong sivitas akademika untuk mengolah sampah dari sumber. Beberapa di antaranya dengan cara mengajak warga kampus membawa kampus, menyediakan water refill station, hingga pengurangan sampah sisa dan bungkus makanan dengan pembiasaan penyediaan konsumsi berupa prasmanan.
Selain itu, secara bertahap di tahun ini, pemilahan sampah melalui pewadahan dibagi menjadi Sampah Sisa Makanan (hijau), Sampah Guna Ulang (kuning), Sampah Daur Ulang (biru), dan Sampah Residu (abu-abu). “Sampah guna ulang diwadahi khusus karena dapat langsung digunakan ulang tanpa perlu didaur ulang. Khusus untuk sampah sisa makanan dari dapur dan tenant (terutama kantin) tetap menggunakan ember/pail hijau,” ujar Prof. Herto.
Di tahap pengumpulan, sampah taman pun dikelompokkan di tempat khusus agar dapat langsung diolah di IPST. Hal ini mengefektifkan pemilahan yang berkaitan dengan tahap pengangkutan sampah yang memiliki jadwal tersediri untuk setiap jenis sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....