Jejak Arsitek Perempuan Indonesia, Kontribusinya dalam Pembangunan Bangsa
- 12 Sep 2024 18:29 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Co-principal Investigator pameran sekaligus dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Perancangan Arsitektur, Dr. Ing. Erika Yuni Astuti, S.T., M.T., menyatakan pameran ini merupakan sebuah agenda penting yang sangat ditunggu-tunggu.
Inisiatif serupa telah muncul di berbagai belahan dunia, seperti pameran Frau Architekt di Frankfurt, Jerman. Kini (Her)Stories turut hadir untuk menjembatani keterbatasan dokumentasi tentang kontribusi arsitek perempuan di Indonesia, khususnya mereka yang berkarya pada awal masa kemerdekaan. Seperti dilansir laman resmi ITB, Kamis (12/9/2024).
Pada 2022, Dr. Erika memulai kolaborasi dengan peneliti Maria Novas dan Rachel Lee dari Belanda, didukung oleh Bandoengse Technische Hoogeschool Fonds (BTHF). Penelitian ini menemukan banyak materi tentang generasi awal arsitek perempuan Indonesia yang menempuh pendidikan di ITB antara 1950-1962.
| Baca juga: Siapa Ilmuwan Penemu Termometer? |
Dalam pameran ini menampilkan perjalanan karier 12 arsitek perempuan, yaitu Doddy Zartini Zahar, Kadarwati Sutomo, Roendarijah Soeparto, Siti Utamini, Susantiah M. Ardhi, Wahyuningsih Herbowo, Tuti Purwani Dipokusumo, Budhy Tjahjati, Aristiana, Harastoeti Dibyo Harsono, Irmawati, dan Sri Rahaju.
Jejak karier mereka diungkap melalui arsip di Indonesia dan Belanda, serta melalui wawancara langsung dengan mereka dan keluarga. “Kami bertemu dengan banyak dari mereka secara langsung, berbicara tentang perjalanan karier mereka dan tantangan yang mereka hadapi sebagai perempuan di dunia arsitektur,” ujar Erika.
Proses pengumpulan data ini membutuhkan waktu yang panjang dan kesabaran, termasuk meneliti arsip Hindia Belanda dan mengumpulkan cerita dari dokumentasi pribadi narasumber dan keluarga. "Beberapa dari mereka bahkan masih ingat jelas pengalaman mereka, meskipun usianya sudah mencapai 80-an," tambahnya.
Hal tersebut juga mencerminkan betapa pentingnya menggali dan mendokumentasikan kontribusi perempuan yang sering kali terabaikan dalam narasi arsitektur umum.
Pameran ini mendapatkan sambutan luar biasa dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum. Mahasiswa arsitektur yang mengunjungi pameran merasa terinspirasi oleh kutipan-kutipan yang dipajang sebagai sebuah motivasi.
"Cukup mengharukan dan menarik melihat betapa antusiasnya orang-orang untuk mempelajari sejarah ini,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....