Gerakan Pelajar Inklusif, Diky Candra: Ciptakan Wirausahawan Peduli Sosial

  • 19 Sep 2026 17:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menghadiri Worshop Kewirausahaan dan Peluncuran Pelajar Inklusif PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Pesantren Amanah, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Sabtu 19 September 2026. Kegiatan ini membuka wawasan orang tua akan pendekatan dan praktik lingkungan yang terbuka dan adil untuk semua kalangan yang dinilai penting.

“dengan tema inklusi, para pelajar sudah membukakan wawasan kita sebagai orang tua, bahwa pendekatan dan praktik untuk menciptakan lingkungan yang terbuka dan adil untuk semua kalangan memang perlu dicanangkan secara rutin,” katanya.

Diky juga mengapresiasi para pelajar yang menggagas acara ini. Bahkan, Diky juga mengaku kagum, akan penjelasan seorang pelajar akan pelajar putus sekolah karena masalah ekonomi, administrasi dan kebiasaan yang salah dari sudut pandang orang tua dan lainnya.

“Bagus ya sudut pandangnya. Nanti akan kami undang ke pemkot untuk berdiskusi lebih dalam,” ujarnya.

Workshop dan peluncuran gerakan pelajar inklusif juga mendatangkan wirausahawan muda Kota Tasikmalaya Arif pemilik kedai kopi Siloka. Diky melihat, pemilihan usahawan muda ini tepat, karena Ia merupakan usahawan sukses di bidang kuliner yang memberi ruang bagi difabel untuk bekerja di tempatnya.

“Jadi selain ilmu bisnis, semoga arif juga bisa menyentuh dan melatih nurani dan kepedulian para siswa di lingkungan pesantren ini. Saya juga berharap, semua siswa disini bisa mempromosikan pontren amanah dengan cara meraih prestasi baik tingkat lokal, regional, atau yang lebih tinggi,” kata Diky.

Diky juga berharap, dengan kegiatan ini, siswa tidak hanya mampu mengembangkan kemampuan berwirausaha, namun peduli dengan kondisi lingkungan sosial sekitar.,”yang tidak hanya mampu berwirausaha, tapi juga memiliki kepekaan sosial,” ucapnya.

Sedangkan dalam kesempatan tersebut, Diky Candra hadir tepat waktu. Selain menghargai yang mengundang, kata dia ketepatan waktu akan menciptakan kultur positif di masyarakat.

“Terkadang saya harus menunggu semua siap. Tapi tidak apa- apa, ini sebuah proses. Semoga khususnya saya, umumnya siapapun baik warga maupun pejabat, dapat menghargai waktu, karena betapa berharganya waktu " ujar wawali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....