Dorong Pendidikan Inklusif, Rumah Edukasi Latih Siswa Disabilitas Belajar STEM
- 18 Sep 2026 20:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pembelajaran berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM mulai diperluas untuk siswa berkebutuhan khusus. Hal itu terlihat dalam kegiatan praktik pembelajaran mendalam sains, koding, dan robotik yang digelar Rumah Edukasi bersama Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Kota Bandung.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menggabungkan pelatihan dan simulasi kompetensi bagi guru serta siswa. Sebanyak 14 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti kegiatan yang juga memberikan ruang belajar bagi siswa dari sekolah luar biasa (SLB).
Keterlibatan siswa disabilitas menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan kesempatan mengenal pembelajaran STEM melalui praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing peserta.
Dr. Meiske Y. Suparman, M.Psi., Psikolog, Kepala Unit Layanan Disabilitas Universitas Tarumanagara, yang turut memberikan praktik pembelajaran STEM kepada siswa SLB, mengatakan keterbatasan yang dimiliki anak disabilitas bukan berarti mereka tidak memiliki potensi.
“Pertama-tama anak disabilitas ini mungkin memiliki keterbatasan, tetapi kami percaya mereka juga memiliki banyak kelebihan yang belum terlihat dan belum tersentuh oleh lingkungan,” ujar Meiske, di Unpar kota Bandung, Jumat 18 September 2026.
Menurut Meiske, pembelajaran STEM dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu mengembangkan kemampuan kognitif siswa disabilitas secara bertahap. Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Rumah Edukasi untuk memulai proyek pembelajaran STEM yang secara khusus ditujukan bagi siswa disabilitas.
Ia mengakui penerapan pembelajaran STEM bagi siswa berkebutuhan khusus memiliki tantangan tersendiri. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan setiap siswa.
“Kami sudah mempunyai metode dalam menangani. Kami yakin mereka juga mampu memahami apa yang kita ajarkan,” katanya.
Dalam praktiknya, siswa diberikan motivasi untuk terus berlatih sekaligus difasilitasi dengan perangkat robotik yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif dalam mengenal teknologi dan mengembangkan kemampuannya.
Meiske juga mengapresiasi Rumah Edukasi yang telah menyiapkan berbagai peralatan untuk mendukung kegiatan. Menurut dia, dukungan fasilitas menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pengalaman belajar STEM kepada siswa disabilitas.
Ia menjelaskan terdapat perbedaan pendekatan antara pembelajaran STEM bagi siswa disabilitas dan siswa pada umumnya. Jika pembelajaran bagi siswa umum dapat dilakukan dalam kelompok, siswa disabilitas membutuhkan pendampingan yang lebih personal.
“Salah satu metode pembelajaran STEM terhadap disabilitas adalah secara personal. Berbeda dengan siswa yang normal, mereka bisa belajar berkelompok. Kita perlu lebih one on one sehingga kita lebih menyentuh mereka satu per satu,” jelasnya.
Program pembelajaran STEM tersebut merupakan proyek perdana yang dilakukan Rumah Edukasi untuk siswa disabilitas. Ke depan, program tersebut akan terus dikembangkan agar semakin banyak siswa berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar sains dan teknologi. “Kami berharap pembelajaran ini terus kami kembangkan, termasuk ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan di Unpar, pembelajaran STEM tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penguasaan sains dan teknologi, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih inklusif. Siswa disabilitas didorong untuk mendapatkan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka mengenali potensi serta mengembangkan keterampilan sesuai kemampuannya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembelajaran koding dan robotik dapat diterapkan dengan pendekatan yang adaptif. Dengan dukungan guru, pendamping, fasilitas, dan metode yang tepat, siswa berkebutuhan khusus memiliki ruang untuk terlibat dalam pembelajaran teknologi bersama peserta didik lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....