Mengenal Perjalanan Stasiun Willem, Museum Kereta Api Bersejarah
- 16 Sep 2026 05:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kawasan Semarang dan sekitarnya memiliki berbagai destinasi yang menyimpan cerita panjang perjalanan Indonesia. Salah satunya Museum Kereta Api Ambarawa, destinasi heritage yang menghadirkan sejarah perkeretaapian melalui bangunan stasiun, koleksi sarana, serta teknologi kereta api dari berbagai masa.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Museum Kereta Api Ambarawa berada di bekas Stasiun Ambarawa atau dikenal sebagai Willem I Station. Stasiun tersebut dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan mulai beroperasi pada 21 Mei 1873 bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Kedungjati–Ambarawa.
"Keberadaan Stasiun Willem I memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan kawasan Ambarawa pada masa tersebut. Nama Willem I merujuk pada Benteng Willem I yang berada di wilayah Ambarawa. Pada masanya, stasiun ini digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas kawasan sekitar," ungkap Anne kepada RRI, Selasa 15 September 2026.
Salah satu bagian penting dari sejarah Museum Kereta Api Ambarawa adalah keberadaan jalur kereta api bergerigi menuju Bedono. Jalur tersebut menggunakan teknologi rack railway yang membantu perjalanan kereta melewati medan menanjak di kawasan pegunungan. Teknologi ini menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan perkeretaapian Indonesia karena menyesuaikan kondisi geografis wilayah.
Perjalanan Stasiun Ambarawa kemudian berlanjut sebagai bagian dari pelestarian sejarah perkeretaapian. Pada 21 April 1978, Stasiun Ambarawa diresmikan sebagai Museum Kereta Api Ambarawa. Berbagai koleksi yang tersimpan di dalamnya, mulai dari lokomotif uap, sarana kereta api, hingga perlengkapan pendukung operasional, menggambarkan perkembangan transportasi rel Indonesia dari masa ke masa.
Aktivitas kunjungan masyarakat ke Museum Kereta Api Ambarawa tercatat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2024, museum ini dikunjungi sebanyak 161.395 pengunjung. Jumlah kunjungan pada 2025 mencapai 180.944 pengunjung, sedangkan periode Januari–Agustus 2026 mencatat 148.148 pengunjung. Secara keseluruhan, periode 2024 hingga Agustus 2026 mencapai 490.487 pengunjung.
Perjalanan masyarakat menuju kawasan Semarang dan sekitarnya juga didukung oleh layanan kereta api. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Stasiun Semarang Tawang melayani 1.262.315 pelanggan naik dan turun, terdiri atas 628.946 pelanggan naik dan 633.369 pelanggan turun. Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol mencatat 1.867.005 pelanggan naik dan turun, dengan rincian 902.984 pelanggan naik dan 964.021 pelanggan turun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....