Rektor: Wisdawan UNLA 2026, Penjawab Tantangan Masa Depan

  • 27 Agt 2026 13:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Penguatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian dari agenda kampus UNLA, Universitas Langlangbuana. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diarahkan agar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling memperkuat sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Transformasi kelembagaan juga diarahkan pada pengembangan sarana pendidikan. Unla merencanakan pembangunan Kampus II di kawasan Cimekar, yang diproyeksikan terutama untuk pengembangan program studi di lingkungan Fakultas Teknik serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

“Kami berharap kehadiran Kampus II nantinya tidak sekadar menambah bangunan fisik, tetapi benar-benar menciptakan ekosistem akademik baru yang nyaman bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran,” kata Rektor Unla Kamil Razak kepada RRI, Kamis 27 Agustus 2026.

Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis, Unla juga memperkuat kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum tersebut dirancang dengan orientasi pada capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan. Dalam penyusunannya Unla melibatkan pengguna lulusan, alumni, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kamil menegaskan, orientasi pendidikan Unla tidak lagi cukup jika hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. “Kami ingin lulusan Universitas Langlangbuana tidak hanya mengatakan, ‘Saya memiliki ijazah,’ tetapi juga mampu menunjukkan, ‘Saya memiliki kompetensi,’” ujarnya.

Untuk memperkuat daya saing tersebut, Unla juga mendorong lulusan memperoleh sertifikat kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) Unla, sesuai bidang ilmu, keterampilan, dan kompetensi masing-masing. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah ketika lulusan memasuki dunia kerja sekaligus memberikan pengakuan bahwa kompetensi mereka telah diuji berdasarkan standar yang berlaku.

Kamil juga menuturkan, guna menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata dunia kerja, Universitas Langlangbuana (Unla) memperluas kemitraan strategis nasional maupun internasional bersama pemerintah, perguruan tinggi, hingga dunia usaha dan industri (DUDI). Melalui riset bersama, pertukaran akademis, serta kesempatan magang bagi mahasiswa, kolaborasi ini menjadi langkah nyata Unla dalam memperkuat pengalaman profesional dan kesiapan para lulusannya.

Di hadapan ratusan wisudawan, Kamil mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir pendidikan. Gelar akademik yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi karya, integritas, profesionalisme, dan pengabdian.

“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Justru hari ini merupakan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” katanya. Ia meminta para alumni menjaga nama baik almamater melalui sikap, karya, prestasi, dan pengabdian.

“Bawalah ilmu menjadi karya. Jadikan kompetensi sebagai jalan pengabdian. Jadikan karakter sebagai fondasi kehidupan. Dan jadikan setiap keberhasilan sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kamil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....