SBM ITB Industrial Summit 2026, Kolaborasi Perkuat Daya Saing Industri Indonesia
- 19 Agt 2026 15:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan dunia industri dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan ketidakpastian ekonomi global. Hal ini mengemuka dalam SBM ITB Industrial Summit 2026 yang digelar School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama Adam Smith Business School, University of Glasgow, di AYANA Midplaza Jakarta, 19 Agustus 2026.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas inovasi untuk membahas masa depan daya saing industri Indonesia. Penguasaan teknologi, inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan menciptakan nilai tambah menjadi sejumlah isu utama yang dibahas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan kegiatan itu mengatakan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global tidak selalu menjadi ancaman bagi Indonesia. Kondisi tersebut justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi nasional.
“Bagi Indonesia, ketidakpastian juga merupakan sebuah peluang,” ujar Airlangga, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurut Airlangga, perubahan geopolitik, pola perdagangan, dan rantai pasok global membuat Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi. Transformasi ekonomi juga harus didukung kebijakan hilirisasi, penguasaan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia.
Ia menyebut ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah perubahan global. Pada paruh pertama 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,5 persen dengan inflasi sekitar 2,88 persen. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar enam persen pada akhir 2026 atau awal 2027.
Airlangga juga menyoroti besarnya pasar domestik Indonesia yang didukung sekitar 280 juta penduduk. Konsumsi domestik yang mencapai sekitar 54-55 persen dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Transformasi digital turut menjadi perhatian dalam penguatan daya saing industri, Airlangga menyebut tingkat adopsi kecerdasan buatan atau AI di sektor bisnis Indonesia telah mencapai sekitar 40 persen. Menurutnya, pemanfaatan AI berpotensi meningkatkan output ekonomi hingga 15 persen pada 2035.
Sementara itu, pembukaan kegiatan oleh Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat maupun dunia industri.
Perspektif global turut disampaikan Prof. Wendy, Dean of Adam Smith Business School, University of Glasgow, melalui sambutan virtual. Wendy mengatakan momentum 250 tahun publikasi 'The Wealth of Nations' karya Adam Smith menjadi kesempatan untuk kembali membahas relevansi pemikiran tersebut dengan tantangan ekonomi masa kini.
“Pertanyaan yang diajukan Adam Smith 250 tahun lalu masih relevan hingga saat ini, yakni bagaimana menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan, bagaimana pasar dapat melayani masyarakat, serta apa peran pemerintah, bisnis, dan individu dalam menciptakan peluang bagi generasi mendatang,” kata Wendy.
Wendy juga menyoroti kemitraan antara ITB dan University of Glasgow yang telah berlangsung sejak 2019 melalui program dual degree, pertukaran staf, dan kolaborasi penelitian. Menurutnya, forum seperti Industrial Summit menjadi ruang penting untuk mempertemukan komunitas akademik dan membahas gagasan yang memiliki relevansi global.
Bagi SBM ITB, Industrial Summit 2026 diharapkan mampu memperkuat peran sekolah bisnis sebagai penghubung antara pengetahuan, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Forum ini berupaya untuk menghasilkan pertukaran gagasan dan kolaborasi konkret untuk memperkuat daya saing Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inovatif, tangguh, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....