KWT Jamur Tiram Padasuka jadi Sociopreneur Berkat Teknologi Ramah Perempuan
- 16 Agt 2026 09:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kelompok Wanita Tani (KWT) Jamur Tiram di Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, berpeluang besar berkembang menjadi wirausaha sosial atau sociopreneur. Potensi itu kini didorong tim dari Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) melalui teknologi tepat guna dan strategi pemasaran digital.
KWT yang digagas 10 anggota PKK berusia 30-60 tahun ini awalnya hanya unit usaha kecil. Namun visi besar menjadi sentra pangan desa mandiri dan tumpuan ekonomi keluarga membuat semangat mereka berkobar.
Berdasarkan pemetaan sosial inisiasi kemitraan UKRI dengan Desa Padasuka pada 14 Agustus 2025, produksi jamur tiram sempat terhenti karena masalah klasik. Adapun persoalan klasik tersebut, yakni proses pembuatan baglog berat dan lama, biaya tinggi, sampah plastik bekas menumpuk, hingga pasar yang hanya sebatas desa.
“Semangat ibu-ibu sempat menurun karena beban fisiknya terlalu berat,” kata tim pengabdi UKRI, Minggu 16 Agustus 2026.
Untuk menjawab itu, tim UKRI mengajukan dua alat utama, yakni Smart Boiler Biomassa IoT untuk sterilisasi baglog dan Chopper Jerami dengan Soft-start Inverter VFD. Keduanya dirancang khusus agar hemat energi dan bisa beroperasi di daya listrik desa 900 VA. Desainnya juga ergonomis agar ramah bagi operator perempuan.
Tak berhenti di produksi. Tim juga akan melatih KWT menerapkan Integrated Marketing Communication (IMC) untuk memperluas pasar lewat media digital. Program ini pun telah diajukan UKRI ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat 2025.
Tim pengusul Didin Sabarudin dari rumpun sosial humaniora, Ahli Energi Biomassa Win Hendrawan, dan Ahli Mekanika Raden Lutfi Zakaria. Kemudian ima mahasiswa dari Ilmu Komunikasi, Teknik Mesin, dan Teknik Industri mengajukan proposal.
Jika proposal bertajuk "Pemberdayaan Sociopreneur Wanita Desa Padasuka Melalui Hilirisasi Teknologi Produksi Jamur Ramah Lingkungan dan Strategi Komunikasi Pemasaran Terintegrasi" disetujui, program tersebut akan dilaksanakan tahun 2026.
Adapun Sociopreuneur menurut Mair dkk 2026 dalam buku bertajuk Social Entrepreneurship, lahir dari kepedulian sosial dan berperan penting merespon tantangan ekonomi makro secara strategis. Di Padasuka, jawaban itu dimulai dari jamur tiram dan tangan-tangan perempuan desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....