English Corner RRI Hadirkan Komunitas Belajar , Dukung Generasi Muda Berkembang

  • 31 Jul 2026 12:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Komunitas belajar dinilai memiliki peran penting dalam membantu generasi muda meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Selain menjadi ruang untuk mempraktikkan kemampuan berbicara, komunitas juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung sehingga peserta lebih percaya diri untuk terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya saat menghadiri kegiatan English Corner yang digelar RRI bersama English Glow Club di Gedung Lokantara Budaya RRI Bandung, Kamis 30 Juli 2026. Menurutnya, proses belajar bahasa Inggris tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan teori, tetapi juga membutuhkan ruang untuk berlatih secara langsung.

"Kalau belajar bahasa Inggris kita mungkin tahu teorinya, tahu cara mengucapkannya. Tapi kalau tidak ada teman untuk diajak berbicara tentu akan sulit. Karena itu, komunitas menjadi tempat untuk saling belajar dan berlatih bersama," kata Ahmad.

Ia mengatakan, keberadaan komunitas dapat mendorong peserta untuk lebih konsisten dalam belajar. Melalui interaksi dengan sesama anggota, peserta dapat saling berbagi pengalaman, berlatih, sekaligus memotivasi satu sama lain untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

Hal tersebut turut dirasakan oleh Hanina dan Lasya, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang mengikuti kegiatan English Corner. Keduanya menilai lingkungan belajar yang positif menjadi salah satu alasan.

Menurut Hanina, lingkungan belajar menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam proses seseorang mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Ia menilai, bergabung dengan komunitas yang memiliki tujuan belajar yang sama membuat anggotanya dapat saling mengingatkan dan memberi semangat untuk terus berkembang.

“Jadi menurut aku komunitas atau lingkungan itu bener-bener sangat penting, terutama kalau misalnya kita ikut komunitas itu kita bisa ada teman yang bisa ngingetin. Kayak oke, untuk berada di komunitas dengan orang yang sefrekuensi itu bener-bener sangat membantu aku untuk tumbuh gitu.” ucap Hanina

Sementara itu, Lasya menilai komunitas tidak hanya menjadi tempat untuk berlatih bahasa Inggris, tetapi juga berperan menjaga konsistensi belajar. Menurutnya, lingkungan yang memiliki tujuan yang sama membuat setiap anggota saling mengingatkan dan memberikan semangat ketika motivasi belajar mulai menurun.

“Karena lagi tadi ketika kita lagi males, ketika kita lagi demot, lagi down tuh, lagi males belajar. Tapi kita punya teman-teman di sekeliling kita yang mereka tetep berprogres. Jadi dari situ kita bisa termotivasi.” ucapnya.

Penulis: Putri Cahyaningsih/Magang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....