Wawalikota Tasikmalaya Menilai Peran Guru PAUD Penting Membentuk Karakter Anak

  • 19 Jul 2026 15:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengatakan, peran Guru Anak Usia Dini (PAUD) penting dalam pembentukan karakter anak. Guru PAUD berperan menggantikan peran Ibu sebagai Madrasah Ilmu di lingkungan bermain sekaligus pendidikan bagi anak.

Dengan kesibukan orang tua, atau ibu dalam mengurus rumah tangga, peran PAUD sebagai jenjang pendidikan awal menjadi sangat krusial. “karena Madrasah ilmu di rumah tidak maksimal, maka hadirlah PAUD. Ya tugasnya membentuk karakter anak dengan ilmu dan takwa, agar menjadi generasi penerus yang handal,” ujarnya, usai menghadiri kegiatan peningkatan kompetensi Guru PAUD yang digelar Kemendikdasmen bersama Anggota DPR RI Ferdiansyah, di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya, Minggu 19 Juli 2026.

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan Guru PAUD se Tasikmalaya ini, Diky juga menyebut lemahnya pendidikan dasar menjadi salah satu penyebab maraknya kenakalan remaja.“Bahkan hingga korupsi, ini bisa jadi karena pendidikan dasar yang lemah. Namun ketika pendidikan dasarnya kuat, anak akan mengingat kembali ajaran saat Ia kecil ketika menghadapi berbagai godaan. Pondasinya ada di pendidikan dasar, nah itu di PAUD,” ujarnya.

Namun Diky juga mengingatkan, untuk menjadi tenaga pendidik PAUD yang kredibel tentunya tidak mudah. Ada dua kunci utama yang harus dimiliki, yakni keikhlasan dan bagaimana membuat anak suka.

“Ayah saya juga guru. Ia selalu berpesan, agar mengajar dijadikan tempat mencari pahala. Jadi buka hanya honor. Yang kedua bagaimana anak suka. Karena jika anak sudah suka, apa yang kita sampaikan akan mudah diterima anak,” katanya.

Diky juga berharap, Guru PAUD tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik. Namun, juga mampu menjadi sahabat terbaik anak, yang mampu menjaga kepercayaan anak di sekolah.

Sementara itu, dalam kegiatan ini, Kemendikdasmen mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) PAUD, melalui buku cerita bergambar. Metode ini menurut Diky, sangat tepat dan mudah dipahami untuk menanamkan moral sejak dini.

Sedangkan, dalam kegiatan tersebut, Diky juga berbagi pengalaman saat Ia membina mantan waria bersama kyai agar waria ini, kembali ke kehidupan sesuai kodratnya. “Ini bagaimana kita menyelesaikan masalah dengan ma’ruf. Mengalir saja, yang penting halal dan bermanfaat,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....