Dosen UPI Edukasi Warga Patahan Lembang untuk Tingkatkan Literasi Kebencanaan

  • 30 Jun 2026 21:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Tim dosen Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diketuai oleh Prof. Dr. Enok Maryani, M.S. melaksanakan kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bertajuk "Literasi Digital Kebencanaan di Wilayah Patahan Lembang" di Desa Cihanjuangrahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 30 Juni 2026.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi UPI sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, juga dihadiri 49 warga yang antusias mengikuti pemaparan narasumber hingga akhir. Kegiatan PPM ini didukung oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Geografi UPI yang memiliki kepakaran di bidang kebencanaan dan geospasial.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat dalam memahami potensi bencana, khususnya gempa bumi yang berkaitan dengan keberadaan Patahan Lembang. Desa Cihanjuangrahayu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena berada di kawasan yang memiliki tingkat kerentanan terhadap ancaman gempa bumi, sehingga diperlukan penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi kebencanaan yang berkelanjutan.

Para peserta memperoleh edukasi mengenai karakteristik Patahan Lembang, tingkat kerawanan bencana, manajemen kebencanaan, hingga pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai media penyebaran informasi kebencanaan yang akurat dan mudah diakses. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta praktik pemanfaatan media digital dalam memperoleh informasi kebencanaan dari sumber yang kredibel.

Ketua tim PPM, Prof. Dr. Enok Maryani, M.S., menyampaikan bahwa literasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengenali informasi yang valid, menghindari penyebaran hoaks, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi kebencanaan secara tepat. Dengan bekal tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan yang cepat dan benar ketika menghadapi situasi darurat," ujarnya.

Narasumber Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T. menyampaikan materi mengenai Karakteristik Patahan Lembang, yang membahas kondisi geologi, sejarah aktivitas sesar, serta potensi dampaknya terhadap wilayah sekitar. “Fenomena patahan Lembang muncul, dampak dari perubahan struktur wilayah serta diperkirakan dipengaruhi juga dari sejarah aktifitas sesar. Ini terus diteliti oleh berbagai Lembaga Geologi termasuk Badan Riset, dampaknya terhadap lingkungan dan antisipasi kedepan,” kata Silmi.

Selanjutnya, Totok Doyok Pamungkas, S.Si., M.Eng. memaparkan materi tentang Kerawanan Bencana, yang mengulas tingkat kerentanan wilayah serta faktor-faktor yang memengaruhi risiko bencana. “Bencana ada 3 bagian, bencana alam, bencana nonalam dan bencana sosial. Warga di Desa Cihanjuangrahayu ini perlu mengetahui faktor penyebab bencana itu, dan tahu cara memitigasi agar tidak terdampak besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Tiara Handayani, M.Sc. dengan tema Manajemen Kebencanaan, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, mitigasi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. “Bencana alam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan kondisi global saat ini. Tetapi kesiapsiagaan harus menjadi acuan pemerintah dan masyarakat agar ada keseimbangan antisipasi resiko yang besar dampak dari bencana alam,” beber Tiara

Sementara itu, Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. memberikan materi mengenai Informasi Kebencanaan Melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi geospasial dan platform digital sebagai sarana memperoleh informasi kebencanaan secara cepat, akurat, dan berbasis lokasi.

Selain para pemateri, kegiatan ini turut didukung oleh Riko Arrasyid, S.Pd., M.Pd. sebagai Tim dosen sekaligus panitia yang berperan dalam koordinasi pelaksanaan kegiatan bersama pemerintah setempat dan mempersiapkan kegiatan

Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Cihanjuangrahayu. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi dan praktik. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi ancaman gempa bumi di kawasan Patahan Lembang sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sumber informasi kebencanaan.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi UPI untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pengabdian, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam melakukan edukasi, pendampingan masyarakat, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

Melalui kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat ini, Program Studi Pendidikan Geografi UPI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya budaya sadar bencana, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar Patahan Lembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....