Kebiasaan Sepele yang Bikin Laptop Cepat Rusak, Jangan Terus Dilakukan

  • 30 Jun 2026 17:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Laptop menjadi perangkat penting untuk bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan laptop mulai melambat, baterainya cepat habis, bahkan mengalami kerusakan, padahal baru digunakan beberapa bulan.

Faktanya, penyebab laptop cepat rusak bukan hanya karena usia perangkat atau kualitasnya. Banyak kerusakan justru dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele, tetapi berdampak besar pada performa dan umur laptop.

Dikutip dari laman Erafone. Agar laptop tetap awet dan bekerja optimal dalam jangka panjang, berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya mulai Anda hindari.

1. Mengisi Daya dengan Cara yang Salah

Cara mengisi daya laptop ternyata berpengaruh terhadap kesehatan komponen di dalamnya. Masih banyak pengguna yang menghubungkan charger ke laptop terlebih dahulu, baru mencolokkannya ke stop kontak.

Kebiasaan tersebut dapat memicu lonjakan arus listrik yang berpotensi memengaruhi motherboard dan sistem kelistrikan laptop. Sebaiknya, colokkan adaptor ke sumber listrik terlebih dahulu, kemudian sambungkan ke laptop agar aliran listrik lebih stabil.

Selain itu, selalu gunakan charger asli atau charger yang memiliki spesifikasi sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Charger yang tidak sesuai dapat menyebabkan arus listrik tidak stabil dan mempercepat kerusakan baterai maupun komponen lainnya.

2. Langsung Menutup Laptop Setelah Digunakan

Banyak orang langsung menutup layar laptop setelah selesai bekerja tanpa melakukan Sleep atau Shutdown terlebih dahulu. Padahal, sistem operasi bisa saja masih menjalankan berbagai proses di latar belakang.

Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, komponen di dalam laptop akan bekerja lebih lama sehingga berpotensi mempercepat penurunan performa.

Selain itu, menutup laptop saat kondisinya masih panas juga kurang disarankan. Panas yang terperangkap di antara keyboard dan layar dapat memengaruhi panel LCD. Beri jeda sekitar satu hingga dua menit agar suhu perangkat menurun sebelum laptop ditutup.

3. Membiarkan Baterai Habis hingga Mati Total

Sebagian pengguna baru mengisi daya ketika baterai benar-benar habis. Padahal, kebiasaan ini kurang baik, terutama pada laptop modern yang menggunakan baterai lithium-ion.

Jenis baterai tersebut akan lebih awet jika mulai diisi saat kapasitasnya berada di kisaran 20–30 persen. Terlalu sering membiarkan baterai mencapai 0 persen dapat mempercepat penurunan kapasitasnya.

Sebaliknya, hindari pula membiarkan laptop terus terhubung ke charger dalam waktu yang sangat lama setelah baterai penuh. Menjaga siklus pengisian daya dengan baik akan membantu memperpanjang usia baterai.

4. Jarang Membersihkan Debu

Debu yang menumpuk di keyboard, ventilasi, dan kipas pendingin dapat menghambat sirkulasi udara di dalam laptop. Akibatnya, sistem pendingin bekerja lebih keras dan suhu perangkat menjadi lebih tinggi.

Jika kondisi ini dibiarkan, laptop berisiko mengalami overheat yang dapat memengaruhi performa prosesor, motherboard, hingga komponen lainnya.

Karena itu, bersihkan bagian luar laptop secara rutin. Untuk pembersihan bagian dalam, Anda dapat membawanya ke pusat servis terpercaya secara berkala agar sistem pendingin tetap bekerja optimal.

5. Meletakkan Barang di Atas Laptop

Meletakkan buku, ponsel, tas, atau benda berat lainnya di atas laptop yang tertutup tampak seperti kebiasaan biasa. Namun, tekanan tersebut dapat menyebabkan layar tertekan ke arah keyboard.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menimbulkan bercak putih (white spot), merusak panel LCD, bahkan membuat engsel dan bodi laptop lebih cepat aus atau patah.

Agar laptop tetap awet, biasakan menyimpan perangkat tanpa ada benda apa pun di atasnya.

6. Menggunakan Laptop di Kasur atau Pangkuan

Mengoperasikan laptop di atas kasur, sofa, atau pangkuan memang terasa nyaman. Sayangnya, permukaan yang empuk dapat menutup lubang ventilasi sehingga aliran udara menjadi terhambat.

Akibatnya, suhu laptop meningkat dan risiko overheat semakin besar. Jika terus terjadi, panas berlebih dapat memperpendek usia prosesor, motherboard, hingga baterai.

Gunakan laptop di atas meja atau alas datar yang keras agar sirkulasi udara tetap lancar dan sistem pendingin bekerja maksimal.

7. Sering Mematikan Laptop Secara Paksa

Menekan tombol power untuk mematikan laptop secara paksa sebaiknya hanya dilakukan saat kondisi darurat, misalnya ketika sistem benar-benar tidak merespons.

Jika terlalu sering dilakukan, proses yang sedang berjalan akan berhenti secara tiba-tiba. Hal ini dapat menyebabkan file rusak, sistem operasi mengalami gangguan, hingga mempercepat kerusakan media penyimpanan, terutama pada laptop yang masih menggunakan HDD.

Gunakan menu Shutdown dari sistem operasi agar seluruh proses ditutup dengan aman sebelum perangkat dimatikan.

Merawat laptop sebenarnya tidak sulit. Dengan menghindari tujuh kebiasaan di atas, Anda dapat menjaga performa perangkat tetap optimal sekaligus memperpanjang usia pakainya.

Selain menerapkan kebiasaan penggunaan yang benar, pastikan juga memilih laptop berkualitas dan melakukan perawatan secara rutin. Perhatian kecil yang dilakukan sejak awal dapat menghindarkan Anda dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....