Google Perluas Deteksi Gambar AI di Search dan Chrome
- 20 Mei 2026 14:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Google memperluas teknologi pendeteksi konten AI melalui sejumlah layanan populer miliknya mulai tahun ini. Sistem tersebut membantu pengguna mengetahui apakah sebuah gambar dibuat atau dimodifikasi menggunakan kecerdasan buatan.
Dilansir dari Engadget, teknologi yang digunakan bernama SynthID, sistem watermark digital buatan Google untuk konten berbasis AI generatif. Sistem ini menyisipkan metadata tersembunyi pada gambar hasil kreasi maupun editan teknologi kecerdasan buatan.
Sebelumnya, SynthID sudah diperkenalkan melalui aplikasi Gemini dan alat deteksi khusus milik Google. Kini, fitur tersebut mulai diperluas ke layanan Chrome, Search, Lens, hingga Circle to Search.
Pengguna nantinya dapat menanyakan asal sebuah gambar melalui fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan Google. Sistem kemudian akan memberikan penjelasan apakah gambar tersebut dibuat, diubah, atau diproses menggunakan teknologi AI.
Google juga mengklaim sistemnya mampu menampilkan detail lebih spesifik terkait riwayat gambar tertentu kepada pengguna. Contohnya, sistem dapat menunjukkan gambar berasal dari kamera Pixel lalu diedit menggunakan fitur AI Google Photos.
Meski demikian, Google mengakui teknologi tersebut belum sepenuhnya sempurna mendeteksi seluruh konten AI dari berbagai platform. Tingkat akurasi disebut lebih optimal pada gambar yang dibuat menggunakan layanan dan perangkat milik Google sendiri.
Sejumlah perusahaan teknologi seperti OpenAI juga mulai mendukung integrasi teknologi SynthID untuk konten AI mereka. Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya jumlah gambar berbasis AI yang semakin sulit dibedakan pengguna umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....