Higgs Games Island Jadi Hiburan Harian, "Olahraga Rakyat" Digital
- 06 Mei 2026 19:49 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID , Bandung - Pertumbuhan industri game di Indonesia menunjukkan peran yang semakin besar sebagai hiburan harian masyarakat. Indonesia menyumbang sekitar 45% pasar game Asia Tenggara dengan nilai industri diproyeksikan mencapai lebih dari USD 4 miliar pada 2025, sementara jumlah gamer diperkirakan sudah menembus 150 juta orang. Mayoritas aktivitas ini didorong oleh mobile gaming, dengan lebih dari 90% pemain menggunakan smartphone sebagai perangkat utama. Dari sisi perilaku, sekitar 30–40% pengguna bermain game setiap hari dengan durasi rata-rata 30–120 menit, menunjukkan bahwa game kasual telah menjadi bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar hiburan sesekali.
Dalam konteks ini, Higgs Games Island hadir sebagai salah satu platform yang mengakomodasi kebutuhan hiburan ringan dan praktis. Dengan berbagai pilihan permainan kasual yang mudah dimainkan, platform ini menjadi opsi bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang di sela aktivitas, baik saat istirahat kerja maupun di rumah.
Perwakilan Higgs Games Island menyampaikan bahwa tingginya minat terhadap domino mencerminkan kuatnya kedekatan budaya masyarakat Indonesia dengan permainan tersebut.
“Kami melihat domino bukan hanya sebagai game, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan sosial masyarakat Indonesia yang sudah mengakar. Digitalisasi memungkinkan pengalaman ini tetap relevan dan bisa dinikmati lintas generasi,” ujarnya. Rabu 6 Mei 2026.
Lebih lanjut, pihaknya menambahkan bahwa platform mereka dirancang sebagai hiburan harian yang inklusif dan mudah diakses.
“Higgs Games Island hadir sebagai teman hiburan sehari-hari. Domino menjadi salah satu favorit karena mampu menghadirkan keseimbangan antara keseruan, tantangan, dan kemudahan akses dalam waktu singkat,” tambahnya.
Dengan kombinasi antara kekuatan budaya, kemudahan teknologi, dan tingginya penetrasi mobile, game kasual seperti yang dihadirkan Higgs Games Island diperkirakan akan terus berkembang. Domino pun berpotensi mempertahankan posisinya sebagai “olahraga rakyat” di era digital menghubungkan tradisi lama dengan kebiasaan hiburan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....