UNLA Luncurkan Teknologi N50 Turbocyclon: Solusi Kelola Sampah

  • 28 Apr 2026 12:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dies Natalis adalah peringatan hari ulang tahun atau hari lahir berdirinya suatu lembaga pendidikan tinggi (universitas, institut, akademi, atau sekolah). Istilah ini berasal dari bahasa Latin yang berarti "hari lahir".

Dies Natalis merupakan momen penting untuk merayakan sejarah, kemajuan, dan tingkat kedewasaan organisasi tersebut. Termasuk baru baru ini pihak Kampus Universitas Langlangbuana Bandung menggelar Dies Natalis 2026, itu bersamaan dengan peluncuran alat pegolahan sampah mandiri dan ramah lingkungan.

Bertepatan dengan pengukuhan dua Guru Besar baru pada 27 April 2026, Universitas Langlangbuana (UNLA) meresmikan sistem pengolahan sampah modern bernama N50 Turbocyclon (KRAS-1). Langkah ini adalah komitmen nyata kampus untuk menyelesaikan masalah sampah langsung dari sumbernya.

"Jadi ini poin Penting Inovasi Kampus UNLA Bandung dalam penanganan sampah menggunakan N50. Pilah Dulu, Bakar Kemudian: Sampah tidak langsung dimusnahkan. Barang bernilai ekonomi (plastik, logam, kertas) dipilah untuk didaur ulang (Ekonomi Sirkular). Hanya residu yang tidak bisa diolah lagi yang dimasukkan ke mesin," ungkap Rektor Unla Irjen pol ( purn) Dr. Drs A Kamil Razak, S.H., M H didampingi Prof. Dr. Hennie Husniah, Dra.,M.T selaku Warek 1 Unla dan Dr. Hadi Purnomo, S.IK.,M.H.,CPM selaku Warek 2 Unla kepada RRI, Selasa 28 April 2026.

Alat N50 ini Ramah Lingkungan & Bebas Racun. Itu berkat teknologi digital (IoT), suhu mesin dijaga stabil antara 800°C hingga 1200°C. Suhu ekstrem ini menjamin tidak ada zat berbahaya (Dioksin & Furan) yang keluar ke udara.

Selain iitu, Awan selaku perwakilan dari LPPM UNLA mengatakan, alat N50 itu Tanpa menggunakan Bahan Bakar Fosil. Jadi Mesin ini hanya membutuhkan air bersih sebagai media operasional utama. Sangat efisien karena mampu menghancurkan sampah hingga menyisakan abu hanya 0,3%.

Lalu N50 merupakan wukud dari Filosofi Kemandirian: Mengusung moto "Sampah hari ini habis hari ini". Tujuannya agar kampus mandiri dalam mengelola limbah dan tidak membebani lingkungan di masa depan.

" Intinya: UNLA kini punya "laboratorium hidup" yang membuktikan bahwa teknologi tinggi bisa dipadukan dengan kepedulian lingkungan. Yaitu untuk menciptakan kampus yang bersih dan modern," tutup Rektor Unla Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....