Greenmech 2026, Rumah Edukasi Siapkan Talenta Indonesia ke Ajang Internasional

  • 27 Apr 2026 10:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kompetisi Greenmech 2026 yang berlangsung pada 25–26 April 2026 di Kampus Unpar Bandung, merupakan Ajang bergengsi bidang sains, koding, dan robotik berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics), di kancah Nasional.

Peserta merupakan pelajar dari jenjang SD, SMP dan SMA, dari 193 tim dengan total sekitar 600 peserta yang berasal dari 8 provinsi di Indonesia.

Penyelenggara Greenmech 2026 adalah Rumah Edukasi, merupakan perwakilan resmi World Association GreenMech di Indonesia. Kompetisi ini didukung Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, intens menggelar setiap tahun, untuk menjaring talenta STEAM yang nantinya menjadi perwakilan Nasional ke Internasional.

Direktur Rumah Edukasi, Anton Mulia, menyebutkan bahwa jumlah peserta Greenmech terus meningkat setiap tahun. “Tahun ini ada 193 tim dari 8 provinsi. Animo masyarakat terhadap pembelajaran sains, koding, dan robotik berbasis STEAM semakin besar,” jelasnya, di Unpar pada hari ke 2 Kompetisi, Minggu 26 April 2026.

Ia optimistis jumlah peserta akan terus bertambah seiring meningkatnya pelatihan guru di berbagai daerah. Menurutnya, guru yang telah dilatih akan mendorong siswanya untuk mengikuti kompetisi inovatif seperti Greenmech.

"Dalam kompetisi ini, para pemenang juara 1, 2, dan 3 akan mewakili Indonesia ke ajang internasional yang tahun ini digelar di Thailand. Sementara itu, Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah pada tahun depan," imbuhnya.

Anton juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat, termasuk Kemendikdasmen dan Puspresnas, turut mendukung kegiatan ini setelah melalui proses kurasi. "Kita mendapatkan suport dari berbagai pihak, termasuk Kemendikdasmen dan Pemerintah Daerah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Oktora, mengapresiasi penyelenggaraan Greenmech 2026. Menurutnya, kompetisi ini menjadi pemantik bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

“Dinas sangat mendukung kegiatan ini, termasuk pelatihan guru dalam penerapan STEAM dan robotik agar menunjang pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui UPTD Tikomdik, Dinas Pendidikan Jawa Barat telah menyediakan berbagai pelatihan bagi guru dan siswa untuk mengembangkan kecerdasan berbasis teknologi.

Ketua Juri Greenmech 2026, Djanto Sulungbudi, menjelaskan bahwa penilaian kompetisi menitikberatkan pada penerapan konsep STEAM secara menyeluruh.

“Peserta harus bekerja sama menyelesaikan misi yang mencakup semua aspek STEAM. Yang terpenting bukan hanya lombanya, tetapi proses persiapan, kerja tim, dan perhitungan matematis,” ungkapnya.

Menariknya, dalam kompetisi ini peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan protes atau argumentasi terhadap penilaian juri sebagai bagian dari pembelajaran berpikir kritis. Peserta Greenmech 2026 berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dari tahun ke tahun, kreativitas dan inovasi peserta terus mengalami peningkatan.

Rumah Edukasi juga aktif melakukan roadshow ke berbagai sekolah di Indonesia untuk melatih guru. Hingga saat ini, lebih dari 5.000 guru telah mendapatkan pelatihan STEAM dan robotik.

Melalui program ini, banyak siswa Indonesia telah berprestasi di tingkat internasional, termasuk meraih medali emas di kategori robotik tertentu. Tahun ini, tim terbaik akan dipersiapkan untuk berlaga di kompetisi internasional pada Agustus 2026 di Thailand.

Dengan kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan komunitas, Greenmech diharapkan terus menjadi wadah lahirnya talenta muda Indonesia yang siap bersaing di kancah global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....