Rumah Anak Bangsa, Hunian Gratis Solidaritas Alumni ITB
- 15 Apr 2026 20:49 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Perjuangan kuliah tidak hanya tentang nilai atau berapa lama waktu yang dihabiskan di perpustakaan. Bagi sebagian mahasiswa, perjuangan itu hadir dalam bentuk yang lebih sunyi: rindu pada orang tua yang jauh hingga bingung untuk biaya makan atau bayar kost setiap bulan. Namun, semangat untuk belajar itu tidak pernah padam.
Melihat kondisi tersebut, alumni ITB pun turut membantu mahasiswa dengan berbagai cara. Salah satunya datang dari pasangan Doddy Rahadi (Mesin 85) dan istri Ariati Arismunandar, putri Rektor ITB ke-10, Prof. Wiranto Arismunandar. Mereka mendedikasikan sebuah rumah untuk ditempati mahasiswa agar lebih tenang menyelesaikan pendidikannya.
Sudah lebih dari sepuluh tahun rumah ini dihuni mahasiswa ITB. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat, sudah lebih dari 20 lulusan ITB pernah tinggal di sana dan kini berkarier di dalam dan luar negeri.
Doddy mengatakan, gagasan menghadirkan fasilitas ini berangkat dari niat untuk memberi manfaat lebih besar, sekaligus bentuk syukur, sumbangsih, dan dedikasi bagi almamater. Seperti tulisan yang terpajang di ruang utama rumah tersebut.
"Tempat ini kami namakan RUMAH ANAK BANGSA. Supaya lulusannya menjadi orang-orang hebat yang bukan hanya pandai pada bidangnya tapi terampil berkomunikasi, mempunyai jiwa sosial yang tinggi, dan peduli kepada sesama," ujar Doddy, Rabu 15 April 2026.
Didedikasikan pada orang tua, keluarga, dan bangsa sebagai rasa syukur kami kepada Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya yang begitu besar. “Kami ingin manfaatkan yang selama ini ada tapi belum termanfaatkan maksimal. Saya pikir ini bisa bermanfaat untuk orang banyak. Sudah lebih dari 10 tahun dihuni oleh mahasiswa. Ini sumbangsih kita untuk ITB khususnya, umumnya untuk orang banyak, untuk anak-anak harapan bangsa,” katanya.
Nama Rumah Anak Bangsa sendiri dipilih karena rumah ini dihadirkan bagi anak-anak dari berbagai penjuru Indonesia yang berkuliah di ITB, yang membawa harapan keluarga dan mimpi masa depan namun keterbatasan dari segi finansial. Pada tahun-tahun awal, rumah ini dihuni oleh mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, kemudian berkembang untuk mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, dan untuk tahun 2026, terbuka untuk mahasiswa seluruh Fakultas dan Sekolah di ITB.
Ariati Arismunandar mengatakan, “Rata-rata anak-anak beasiswa yang kemudian sudah hampir lulus tapi sudah tidak cukup untuk membiayai kehidupan di luar sekolah. Dari situ, jadi kami bantu supaya jadi sarjana bagaimana caranya jangan sampai putus.”
Bagi Doddy dan Ariati, rumah ini bukan sekadar tempat istirahat, tetapi juga ruang pendidikan karakter untuk penghuninya. Di rumah itu, mereka tidak hanya tinggal, tetapi juga belajar hidup bersama. Ada harapan agar para penghuninya saling berdiskusi, berbagi pengalaman, belajar bekerja sama, toleran dan tumbuh sebagai pribadi yang berbudi baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....