Peneliti SITH ITB Ungkap Spesies Baru Homalomena Bunga Merah
- 25 Mar 2026 20:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kekayaan flora Indonesia kembali bertambah dengan ditemukannya satu spesies tumbuhan baru dari Pulau Sumatra. Yaitu Homalomena bungamerah Mustaqim, A.S.D. Irsyam & M.R. Hariri. Spesies yang termasuk dalam famili talas-talasan (Araceae) ini ditemukan di kawasan Sumatra Utara.
Spesies tersebut pertama kali dideskripsikan secara ilmiah dalam jurnal internasional Taiwania pada 17 Maret 2026. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri atas Wendy A. Mustaqim (Universitas Samudra dan Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara), Arifin S. D. Irsyam (Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung), serta Muhammad R. Hariri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Dalam proses penelitian lapangan, tim juga dibantu oleh dua pemuda lokal. Yaitu dari Kampung Gotong Royong, yakni Muhammad A. Pratama dan Irwansyah Surbakti.
Berbeda dengan banyak spesies Homalomena lainnya yang umumnya tumbuh di tanah hutan lembap, Homalomena bunga merah diketahui hidup sebagai tumbuhan litofit, yaitu tanaman yang tumbuh di permukaan batu. Habitat yang tidak biasa ini menjadikannya relatif jarang ditemukan sekaligus menunjukkan adanya adaptasi morfologi yang khas terhadap lingkungannya.
"Secara morfologis, tanaman ini memiliki beberapa ciri unik. Permukaan daun bagian atas tampak berlipat dengan tekstur berkutil kasar. Selain itu, pada bagian bunga betina tidak ditemukan staminodia di antara putik, karakter penting yang membantu para ahli taksonomi membedakannya dari spesies lain dalam genus Homalomena. Temuan ini tidak hanya menambah daftar kekayaan flora Indonesia, tetapi juga memberikan informasi penting mengenai status konservasi spesies tersebut," jelas Muhammad R. Hariri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Rabu 25 Maret 2026.
Meskipun baru dideskripsikan, kondisi konservasi Homalomena bunga merah telah menjadi perhatian. Berdasarkan pengamatan lapangan, populasi spesies ini diketahui sangat terbatas dan sejauh ini hanya ditemukan di satu lokasi tertentu.
Oleh karena itu, para peneliti mengusulkan agar spesies ini untuk sementara dikategorikan sebagai Critically Endangered (Kritis) berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature. Status ini diberikan karena jumlah individu dewasa yang sangat sedikit serta adanya ancaman terhadap kelestarian habitat alaminya, termasuk pengambilan tanaman dari alam dan degradasi lingkungan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanpa upaya perlindungan yang memadai, spesies ini berpotensi menghadapi risiko kepunahan dalam waktu yang relatif dekat. Temuan ini juga kembali menegaskan bahwa Sumatra merupakan salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena di kawasan Malaysia. Eksplorasi botani di wilayah tersebut masih berpotensi mengungkap banyak spesies baru yang belum terdokumentasi secara ilmiah.
Kolaborasi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan masyarakat lokal menjadi faktor penting. Yaitu dalam upaya pengungkapan sekaligus pelestarian kekayaan flora Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....