Siapa Ilmuwan Penemu Termometer?

  • 28 Feb 2026 00:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Termometer menjadi alat ukur suhu yang umum digunakan, terutama untuk mengecek suhu tubuh manusia maupun suhu benda lain dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangannya tidak lepas dari kontribusi sejumlah ilmuwan yang juga menciptakan berbagai skala suhu seperti Celsius, Fahrenheit, hingga Kelvin.

Informasi tersebut dilansir dari kanal YouTube Halo Edukasi yang mengulas sejarah penemuan termometer serta tokoh-tokoh penting dalam pengembangannya.

Ilmuwan asal Italia, Galileo Galilei, disebut sebagai tokoh awal yang mengembangkan termoskop pada 1593. Alat sederhana ini memanfaatkan pemuaian udara untuk menunjukkan perubahan suhu, meskipun belum memiliki skala angka seperti termometer modern.

Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh Santorio Santorio yang memperbaiki alat ukur suhu serta menciptakan instrumen medis lain seperti alat pengukur denyut jantung. Kontribusinya dinilai penting dalam sejarah awal penggunaan alat ukur di bidang kedokteran.

Kemajuan signifikan terjadi ketika Daniel Gabriel Fahrenheit pada 1714 menciptakan termometer berbahan merkuri atau air raksa. Ia kemudian memperkenalkan skala suhu Fahrenheit pada 1724 dengan menetapkan titik beku air pada 32 derajat dan titik didih pada 212 derajat, sehingga rentang suhu terbagi dalam 180 skala.

Di Prancis, Rene Antoine Ferchault de Reaumur turut mengembangkan skala suhu berdasarkan titik beku dan titik didih air. Skala Reamur sempat digunakan luas di sejumlah negara Eropa serta dalam industri tertentu seperti pengolahan keju dan permen.

Sementara itu, ilmuwan Swedia Anders Celsius pada 1742 memperkenalkan skala suhu dengan titik beku air pada 0 derajat dan titik didih pada 100 derajat dalam tekanan atmosfer standar. Skala Celsius hingga kini menjadi sistem yang paling banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Perkembangan berikutnya dilakukan oleh Lord Kelvin yang lahir dengan nama William Thomson. Ia mengembangkan konsep suhu mutlak dan memperkenalkan skala Kelvin yang banyak digunakan dalam bidang sains dan penelitian ilmiah.

Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa termometer tidak hanya sekadar alat ukur suhu, tetapi juga hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang melibatkan banyak ilmuwan lintas negara dan generasi. Hingga kini, skala Celsius, Fahrenheit, dan Kelvin tetap digunakan sesuai kebutuhan di bidang kesehatan, industri, maupun penelitian ilmiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....