Kadin dan Kemenag KBB Kolaborasi Transformasi Digital Pesantren
- 20 Feb 2026 10:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat – Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Bandung Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Kamis 19 Februari 2026.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kelembagaan pesantren, mendorong pemberdayaan ekonomi umat, serta mempercepat transformasi digital di lingkungan pesantren se-KBB.
Dokumen kesepakatan ditandatangani Ketua Umum Kadin KBB, Syamsul Ma’Rarief, dengan Nomor 010/MoU/DP/II/2026, bersama Kepala Kantor Kemenag KBB, Mukti Hartono, bernomor 019/MoU/02.01/Kemenag-KBB/II/2026.
Tujuh Program Prioritas Dalam MoU tersebut, kedua pihak menyepakati tujuh program prioritas, meliputi implementasi Pilar Ekotren, pengembangan unit usaha pesantren, program pesantren digital, pelaksanaan Bimbingan Masyarakat Islam, penguatan Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah sesuai regulasi, sertifikasi kantin halal berdasarkan KMA Nomor 748 Tahun 2021, serta dukungan renovasi dan pengadaan sarana prasarana pesantren.
Ketua Kadin KBB, Syamsul Ma’Rarief, menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi bentuk nyata komitmen dunia usaha dalam memperkuat kemandirian pesantren.
| Baca juga: Digitalisasi Sejahterakan Petani |
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai motor pemberdayaan ekonomi umat. Kami ingin memperkuat manajemen usaha, membuka akses permodalan, serta memperluas jejaring kemitraan agar pesantren di KBB semakin mandiri dan kompetitif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan pesantren digital dan sertifikasi halal menjadi langkah strategis agar lembaga pendidikan berbasis keagamaan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag KBB, Mukti Hartono, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi dengan Kadin membuka peluang penguatan ekosistem pesantren secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini berjalan konkret, terukur, dan berdampak langsung. Pesantren harus unggul tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam tata kelola, kewirausahaan, dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat,” katanya.
Penandatanganan MoU turut disaksikan jajaran pengurus Kadin KBB, antara lain Direktur Eksekutif Iman Sulaeman, Kontap Usaha Pesantren Dedi Somantri, serta Wakil Ketua Bidang Pariwisata Tita Roswati.
Melalui kesepakatan ini, Kadin KBB dan Kemenag optimistis pesantren di Kabupaten Bandung Barat akan semakin progresif dan profesional, sekaligus menjadi pilar pembangunan berbasis nilai keislaman serta kemandirian ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....