SBM ITB Kuatkan Arah Baru Pendidikan Bisnis Berbasis Dampak

  • 12 Feb 2026 16:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menandai 22 tahun perjalanannya dengan menegaskan komitmen pada pendidikan bisnis yang berorientasi dampak dan keberlanjutan. Melalui tema besar “Entrepreneurial Business”, SBM ITB mendorong penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin guna menjawab tantangan ekonomi nasional dan global.

Perayaan yang digelar di Kampus SBM ITB Bandung ini menghadirkan sejumlah agenda strategis, mulai dari peluncuran Thought Leadership, forum manajemen pengetahuan, pameran dampak sosial, hingga penganugerahan Avirama Nawasena 2026.

Dekan SBM ITB, Aurik Gustomo, menegaskan bahwa institusinya tidak hanya berfokus pada pencetakan lulusan berkualitas, tetapi juga pada kontribusi nyata melalui riset dan inovasi. “SBM ITB harus memperkuat perannya di tingkat nasional dan internasional. Dalam lima tahun ke depan, riset dan inovasi kami harus semakin relevan dan berdampak,” ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.

Peluncuran Thought Leadership bertajuk “Entrepreneurial Business” menjadi tonggak arah pengembangan institusi. Konsep ini menekankan pentingnya riset yang berakar pada konteks dan kebutuhan Indonesia, sekaligus memiliki daya saing global. Upaya tersebut diperkuat melalui Knowledge Management Forum yang mempertemukan akademisi dan praktisi untuk membahas transformasi pendidikan bisnis berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin dalam Pameran Societal Impact, yang menampilkan UMKM dan startup binaan SBM ITB. Inisiatif ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendampingi pelaku usaha agar tumbuh secara inovatif sekaligus bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Sebagai puncak acara, SBM ITB menganugerahkan Avirama Nawasena 2026 kepada sejumlah korporasi dan pelaku usaha yang konsisten menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Di antara penerima penghargaan tersebut adalah PT Astra International Tbk., Bank Mandiri, serta Parongpong RAW Lab yang dikenal dengan inovasi usaha berbasis keberlanjutan.

Selain itu, penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada Dr. (H.C.) Ignasius Jonan, S.E., M.A., atas kepemimpinannya yang transformatif di PT Kereta Api Indonesia. Penghargaan anumerta juga diberikan kepada Prof. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D., atas dedikasinya dalam pengembangan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui konsep Masaro.

Wakil Rektor ITB, Andryanto Rikrik Kusmara, menyampaikan bahwa apresiasi terhadap tokoh dan institusi yang berkomitmen pada keberlanjutan perlu menjadi budaya akademik. “Penghargaan seperti Avirama Nawasena penting untuk menguatkan tradisi pengakuan atas kepemimpinan yang berintegritas dan berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Rangkaian peringatan Dies Natalis ke-22 SBM ITB ditutup dengan sesi foto bersama para penerima penghargaan dan peneguhan komitmen kolektif untuk terus mendorong kepemimpinan bisnis yang beretika, inklusif, dan berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....