PKM FISIP UNPAS, Tekan Angka Anak Putus Sekolah
- 11 Feb 2026 18:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh dosen FISIP Unpas bersama Karang Taruna Kecamatan Cibeunying Kaler menjadi sorotan penting dalam upaya menekan angka anak putus sekolah. Melalui pendekatan tutor sebaya, kegiatan ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan alternatif bagi remaja yang terhenti pendidikannya karena faktor ekonomi maupun sosial.
Ketua tim pengabdian masyarakat sekaligus Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unpas, Sumardhani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dharma perguruan tinggi yang wajib dilakukan dosen. Ia menilai, angka putus sekolah di Cibeunying Kaler cukup tinggi sehingga perlu intervensi nyata. “Kami hadir untuk memfasilitasi, menghadirkan praktisi, dan memberikan motivasi agar pendidikan tetap menjadi bekal utama meski hanya sebatas ijazah SMA,” ujarnya. Rabu 11 Februari 2026.
Lebih jauh, Sumardhani menegaskan bahwa tujuan utama dari pengabdian masyarakat adalah memastikan pendidikan tetap menjadi pegangan hidup. “Harapan kami, anak-anak bisa mandiri setelah keluar dari pusat kegiatan masyarakat, pendidikan adalah bekal yang tidak bisa ditawar,” tutupnya.

Sementara itu, Ikhsan Maulana, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibeunying Kaler, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, dukungan dari civitas akademika Unpas menjadi pintu masuk bagi Karang Taruna untuk mengawal program penanganan anak putus sekolah.
“Pendidikan adalah senjata utama masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri. Dengan adanya tutor sebaya, kami bisa memberikan pembelajaran yang sesuai aturan Dinas Pendidikan,” kata Ikhsan.
Ia menambahkan, metode pembelajaran yang dikembangkan bersama dosen Unpas diharapkan memberi inovasi baru bagi program sekolah paket. Dengan begitu, anak-anak yang putus sekolah tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan layak dan berdaya di tengah masyarakat.
Baca juga:Pemkab Tasikmalaya Gulirkan Program Satu Desa Satu Sarjana
Sementara itu, Nunung Pipi Sofiawati, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cibeunying Kaler, mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini. Ia menyebut, ada sekitar 365 orang di wilayahnya yang terpaksa putus sekolah, sebagian besar karena faktor ekonomi.
“Kami kaget sekaligus bangga, ternyata perguruan tinggi mau turun langsung mendampingi Karang Taruna. Ini menjadi masukan penting bagi kami,” jelasnya.
Nunung menekankan, meski urusan pendidikan berada di bawah Dinas Pendidikan, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat membantu. Pemerintah kecamatan berharap kegiatan tutor sebaya dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Program ini tidak hanya menyasar anak-anak putus sekolah, tetapi juga memperkuat kapasitas pengurus Karang Taruna sebagai fasilitator pendidikan berbasis komunitas. Dengan pendampingan akademisi, Karang Taruna diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dan efektif.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, Karang Taruna, dan pemerintah kecamatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengentasan anak putus sekolah bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Dengan sinergi, Cibeunying Kaler berupaya menghadirkan solusi agar generasi muda tetap memiliki masa depan cerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....