Green Connect ITB, Kolaborasi Teknologi Hijau Ekonomi Berkelanjutan
- 07 Agt 2025 22:16 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Forum Indonesia Green Connect (IGC) 2025 digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mempertemukan akademisi, industri dan regulator. Gelaran itu diharapkan mendorong kolaborasi pengembangan teknologi hijau untuk mendukung transisi menuju ekonomi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
"IGC ini sebagai wadah dialog lintas sektor yang menghadirkan sinergi antara akademisi, pelaku bisnis, dan regulator. Kami ingin teknologi hijau tidak hanya hadir secara sektoral, tetapi menjadi semangat kolaboratif antarpemangku kepentingan dalam ekosistem inovasi nasional," kata Direktur Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, R Sugeng Joko Sarwono kepada awak media, di ITB Bandung, Kamis (7/8/2025).
IGC 2025, ujar Sugeng, juga diharapkan menjadi respons terhadap urgensi penerapan teknologi ramah lingkungan di tengah tantangan krisis iklim, degradasi lingkungan, dan target net zero emission Indonesia pada 2060. Pengelolaan sampah sebagai persoalan mendesak di wilayah perkotaan, seperti Bandung dan kawasan Sungai Citarum, walaupun dia mengakui forum ini tidak membahas secara spesifik soal sampah perkotaan atau Citarum.
Menyinggung soal pengelolaan sampah yang urgen ini, Sugeng menjelaskan banyak inovasi pengelolaan sampah telah dikembangkan oleh para saintis Indonesia, mulai dari teknologi insinerator, pengolahan berbasis bakteri, hingga sistem berbasis cacing. Namun, tantangan terbesarnya bukan lagi pada teknologi, melainkan pada perilaku dan literasi masyarakat.
"Teknologi kita sudah cukup. Tapi tantangan utamanya adalah literasi publik. Misalnya, jika sampah tidak dipilah, maka opsi pengolahan menjadi sangat terbatas hanya insinerator yang perlu banyak effort juga untuk diimplementasikan," ujarnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....