Buku Berkualitas, Pemkab : Tingkatkan Budaya Literasi
- 15 Jun 2025 18:42 WIB
- Bandung
KBRN,Garut : Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong, melaporkan berbagai capaian dan inisiatif yang mendukung peningkatan literasi di Garut. Totong menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Garut di bidang perpustakaan dan kearsipan, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Ground Breaking, bantuan buku bermutu, peluncuran buku Khasanah Budaya Garut, pemusnahan arsip, serta pameran virtual arsip digital.
"Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan Pemda Garut dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen untuk meningkatkan budaya baca dan tingkat literasi masyarakat di Kabupaten Garut. Dengan adanya bantuan bermutu ini, Garut mendapatkan hampir 38 ribu buku, terima kasih Pak, untuk disebar ke perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat," jelas Totong,disela Ground Breaking Perluasan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Garut, Minggu (15/6/2025).
Baca juga: Bantuan Buku, Kaperpusnas : Kerjasama Komisi DPR RI
Totong juga mengumumkan peluncuran buku "Aneka Ragam Khasanah Warisan Budaya Garut" sebagai upaya promosi dan pengenalan warisan budaya Garut kepada generasi muda agar tetap terjaga dan lestari. Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga berupaya meningkatkan kegemaran membaca dan literasi secara digital melalui "Spot Baca".
"Jadi jaraknya bisa sampai 1km pak aksesnya itu, jadi kalau titiknya disini bisa sampai aksesnya terbatas sampai 1km. Ini manfaatnya dan tentunya ini adalah salah satunya bagaimana mewujudkan Garut Hebat dan Berkelanjutan," papar Totong.
Totong juga mengungkapkan adanya peningkatan drastis dalam kunjungan perpustakaan. Ia berharap perluasan gedung ini akan semakin meningkatkan kunjungan perpustakaan, menjadikan minat baca sebagai gaya hidup, dan literasi sebagai investasi masa depan bangsa.
"Perlu kami sampaikan Pak Bupati bahwa kunjungan perpustakaan biasanya 75-100 tapi sekarang sudah mencapai 250-300 orang perhari begitu. Bahkan dalam hal-hal tertentu, momen tertentu, itu bisa sampai 400-500, ini biasanya TK, PAUD, SD, SMP, SMA bahkan pelajar," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....