PRIMA ITB 2024 Pamerkan Produk Penelitian Fakultas
- 16 Des 2024 18:22 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Pameran riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, PRIMA ITB 2024, menampilkan lebih dari 700 poster dan produk hasil penelitian dari 12 fakultas/sekolah serta 34 pusat penelitian di ITB. Acara ini menghadirkan pembicara utama Prof. Mohan Edirisinghe dan Prof. I. Santoso, Ph.D. Pada kesempatan tersebut juga hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D., serta Rektor ITB terpilih periode 2025–2030, Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara.
Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, menyampaikan optimisme terhadap masa depan ITB. “Saya sangat optimis kemajuan ITB memberikan dampak lebih besar. Apa yang kita lakukan di masa lampau sudah kita rasakan di masa kini, dan apa yang kita lakukan hari ini pasti akan kita rasakan di masa yang akan datang," ujar Prof. Reini, Senin (16/12/2024).
Disisi lain, Prof. Stella Christie menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan industri untuk mendorong riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. Prof. Stella juga menyoroti perlunya sistem insentif yang mendukung peneliti, baik secara finansial maupun non-finansial, agar proses penelitian dapat berjalan lebih efisien dan transparan.
Pada pameran yang berlangsung Senin (16/12/2024), Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB (SBM ITB) berpartisipasi dengan dua tenant, menampilkan total 44 karya penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Dari jumlah tersebut, 10 ditampilkan dalam bentuk poster, sementara sisanya dipresentasikan melalui slide video. Program yang ditampilkan mencakup Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (PPNI) dengan skema inovasi, penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis Kelompok Keahlian (KK), hingga penelitian unggulan dan program bottom-up.
Salah satu penelitian unggulan SBM ITB yang menarik perhatian pengunjung adalah karya Dr. Prawira Fajarindra Belgiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., yang mengeksplorasi social neuroscience dalam integrasi urban air mobility (UAM) sebagai feeder untuk kereta cepat. Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Studi kasusnya mengambil lokasi di Stasiun Padalarang, dan hasilnya menunjukkan bahwa potensi penggunaan UAM sebagai feeder dapat menarik 18 persen pelanggan.
“Kami sebelumnya telah melakukan riset terkait UAM di Stasiun Tegalluar. Kini, kami memperluas cakupan penelitian dengan pendekatan lebih besar, menggunakan teknologi eksperimen neuroscience dan pengumpulan data dari 12.480 responden,” jelas Cintia dan Indira, asisten riset dari SBM ITB.
Selain menampilkan penelitian, SBM ITB juga mempromosikan program pendampingan UMKM bernama Sadulur, yang mengadopsi konsep SMART Goals untuk membantu UMKM memahami tantangan dan peluang bisnis.
“Berangkat dari perhatian terhadap stagnasi perkembangan UMKM di Jawa Barat, kami ingin mendukung UMKM meningkatkan value operation mereka. Akademisi memiliki tanggung jawab untuk menyatukan para pemangku kepentingan agar mampu menciptakan nilai dan dampak yang lebih besar,” kata Afisindika Fadhilah, MSM 2023.
Penelitian SBM ITB secara konsisten berfokus pada isu keberlanjutan, memastikan adanya keseimbangan antara lingkungan, masyarakat, dan profit. Fokus ini bertujuan memberikan manfaat edukasi dan dampak positif kepada masyarakat, tanpa mengesampingkan kelompok rentan.
SBM ITB juga memanfaatkan pameran ini untuk memperkenalkan layanan e-commerce inovatif yang mendukung branding hasil penelitian. E-commerce SBM diharapkan menjadi wadah jual-beli yang mempermudah kolaborasi antara komunitas ITB dan masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....