Indonesia dan Tajikistan Sepakat Pererat Kerjasama Bilateral
- 04 Jun 2025 18:33 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Pemerintah Indonesia dan Tajikistan sepakat untuk mempererat hubungan bilateral, serta mendorong kerja sama dua negara di sektor ekonomi dan people-to-people contact. Kesepakatan itu ditegaskan dalam pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Tajikistan, Y.M. Hokim Kholiqzoda, bertempat di Kompleks Kantor Administrasi Kepresidenan Tajikistan di Dushanbe Kamis, (29/5/2025).
Pertemuan dihadiri pula oleh Menteri Industri dan Teknologi Baru, Y.M. Sherali Kabir. Pemerintah Indonesia dan Tajikistan sepakat, momentum 31 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tajikistan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya kerja sama konkret di berbagai bidang.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk mendorong saling kunjung pejabat tinggi dan menjajaki pembentukan mekanisme konsultasi bilateral. Pertemuan juga secara khusus membahas potensi peningkatan kerja sama di sektor perdagangan, investasi, industri, dan energi.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi PM Kholiqzoda menyampaikan keinginan Tajikistan untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya dalam sektor industri hilirisasi.
________
Baca juga : Kota Bandung dan Xi’an Tiongkok Jajaki Kerjasama Strategis
________
Tajikistan sendiri merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk bauksit dan katun sebagai komoditas ekspor utama. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama di bidang hidro-energi serta pengolahan minyak sawit.
Guna meningkatkan interaksi antar kalangan bisnis, Wamenlu Arrmanatha menyampaikan undangan kepada Tajikistan untuk berpartisipasi dalam Halal Indo Expo pada 25-28 September 2025 dan Trade Expo Indonesia pada 15-19 Oktober 2025. Deputi Pertama Perdana Menteri Tajikistan menyambut baik undangan tersebut dan akan mendorong partisipasi tingkat tinggi.
Pihak Tajikistan juga mengharapkan pemerintah RI meningkatkan jumlah beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Tajikistan untuk dapat menempuh pendidikan di Indonesia.
Pada 30 Mei 2025, Wamenlu RI juga melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Tajikistan, Y.M. Sirojiddin Muhriddin, serta Kepala Badan Investasi dan Pengelolaan Aset Negara, Y.M. Sulton Rahimzoda. Pertemuan membahas secara rinci berbagai kerja sama konkret yang akan dijajaki kedua negara, termasuk dalam bidang politik, sosial-budaya, serta penguatan perdagangan dan investasi di kedua negara.
Wamenlu Arrmanatha berada di Dushanbe, Tajikistan dalam rangka memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan the High-Level International Conference on Glaciers’ Preservation 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 29-31 Mei 2025.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman menyampaikan terimakasih atas rencana kerjasama Tajikistan dan Indonesia di sektor ekonomi serta people-to-people contact.
Peningkatan hubungan investasi kedua negara ini menurut Dubes Fadjroel, adalah implementasi visi Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto yaitu hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....