Hadapi Kebijakan Trump, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Pemerintah
- 22 Apr 2025 13:31 WIB
- Bandung
KBRN,Bandung: Kebijakan Tarif Impor yang akan diberlakukan Amerika kepada Indonesia yang mencapai 47 persen, menimbulkan ketidakpastian hebat di dunia ekonomi. Terlebih sampai hari ini pemerintah belum mengumumkan langkah kongkret seperti apa yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menyikapi permasalahan itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi membeberkan sejumlah langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat pengaruh global terlebih Amerika Serikat yang merupakan salah satu negara tujuan Ekspor produk Indonesia.
Acuviarta menjelaskan, selain lobi bilateral yang saat ini dilakukan oleh pemerintah, Pemerintahpun seyogyanya menyiapkan sejumlah antisipasi, mulai dari insentif bagi pelaku usaha yang terdampak, keringanan pajak, hingga permodalan.
Hal itu dilakukan agar pelaku usaha mampu bertahan, dan ancaman gelombang PHK besar besaran bisa tercegah dengan baik.
“Saya kira pemerintah pertama memberikan insentif ya. Insentif kepada sektor-sektor usaha yang terdampak ya. Nah, misalkan terkait dengan sektor otomotif, sektor elektronik, kemudian TPT, alas kaki, ya. Nah, ini perlu kita berikan perhatian serius ya. Kenapa? Kenapa kita perlu perlu berikan perhatian serius? Karena memang sektor-sektor itu yang kemungkinan akan terdampak dari kebijakan ini. Itu yang pertama kita lakukan. Seperti apa bentuk-bentuk insentifnya? Ya, saya kira bisa bentuknya fiskal ya ee atau bisa juga ee bersifat non-fiskal ya. Saya kira banyak bisa kita lakukan. Bagaimana kita meringankan pajak ya, kemudian bagaimana kita juga memberikan insentif terkait dengan permodalan ya, dengan bunga yang lebih terjangkau dan sebagainya. Kita juga memberikan insentif terkait dengan tenaga kerja,” jelasnya. Selasa (22/4/2025).
Jika hal tersebut tidak disiapkan sejak dini, ditegaskan Acuviarta, ancaman PHK Massal bukan hanya sebatas ke khawatiran namun bisa menjadi kenyataan yang berdampak buruk bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Tenaga kerja kalau mau dipertahankan ya kan? berarti kita harus juga berikut berkontribusi kan pemerintah. Karena kalau tidak ya otomatis ya akan terjadi gelombang PHK ya. Di samping tadi pendekatan-pendekatan secara bilateral maupun multilateral. Jadi ya satu sisi ya kita harus membangun kekuatan secara regional ASEAN ya. Kemudian juga membangun network jaringan pemasaran baru ya sebagai sebuah alternatif di luar non tradisional Amerika ya begitu ya. Nah di sisi lain kita juga harus mengamankan perusahaan perusahaan yang memang selama ini memiliki kontribusi besar terhadap ekspor kita ke Amerika Serikat,”terangnya.
Ia pun mengingatkan, Pemerintah harus berbenah sejak saat ini, apalagi kebijakan tersebut berpeluang dijalankan sesuai dengan instruksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhitung dalam 90 hari kedepan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....