Upaya Penyelamatan Korban Terdampak Gempa di Tibet

  • 08 Jan 2025 22:11 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Lebih dari 14.000 petugas penyelamat telah datang ke Tibet untuk mencari korban selamat setelah gempa kuat yang menewaskan setidaknya 126 orang di daerah terpencil di barat China. Gempa berkekuatan 7,1 ini terjadi Selasa (7/1/2025) dan menghancurkan banyak rumah, mengakibatkan banyak orang kehilangan tempat tinggal.

Setelah gempa, lebih dari 400 orang berhasil diselamatkan. Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing juga sudah tiba di lokasi untuk memimpin operasi penyelamatan, meskipun suhu sangat dingin, mencapai -16°C. Meskipun gempa sering terjadi di wilayah ini, gempa kali ini termasuk yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari BBC, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dan terasa hingga ke Nepal dan bagian India. Di Tibet, akses internet terbatas, dan media tidak dapat melaporkan tanpa izin pemerintah, sehingga informasi yang kita dapatkan sebagian besar berasal dari media negara China.

Untuk membantu proses penyelamatan, angkatan udara dikerahkan dan drone digunakan. Presiden Xi Jinping meminta semua pihak untuk bekerja keras meminimalisir jumlah korban dan memindahkan warga yang terdampak. Lebih dari 30.000 orang telah dipindahkan, dan layanan listrik serta telepon seluler di dekat pusat gempa sudah dipulihkan.

Video yang dirilis oleh media menunjukkan kerusakan besar di kota Shigatse, dengan petugas penyelamat memberikan selimut kepada warga yang membutuhkan. Banyak rumah yang hancur, terutama yang terbuat dari tanah, sehingga banyak orang kehilangan tempat tinggal. Seorang pemilik toko mengungkapkan betapa parahnya kerusakan akibat gempa ini.

Masyarakat yang mengalami gempa melaporkan bahwa mereka terbangun karena guncangan yang kuat. Meskipun ada lebih dari 40 gempa susulan setelahnya, para ahli menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya gempa besar berikutnya cukup rendah.

Wilayah Shigatse, yang dihuni sekitar 800.000 orang, dikenal sebagai tempat tinggal Panchen Lama, tokoh penting dalam Buddhisme Tibet. Dalai Lama saat ini mengucapkan doa untuk mereka yang kehilangan nyawa dan harapan untuk pemulihan cepat bagi yang terluka. Upaya penyelamatan dan pemulihan terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....