Pemkab : Pompanisasi Upaya Atasi Kekeringan Lahan Sawah
- 15 Mei 2026 20:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menyiapkan tim di setiap kecamatan yang siap bergerak memompa air untuk melakukan pengairan mengatasi lahan pertanian yang dilanda kekeringan saat musim kemarau. "Ketika ada laporan kekeringan di satu titik maka mereka bergerak untuk melakukan pompanisasi," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut Ardhy Firdian di Garut, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menuturkan, berdasarkan laporan BMKG bahwa tahun ini musim kemarau akan lebih panjang dan kering yang puncaknya terjadi pada Agustus 2026." Kami mendapatkan laporan dari BMKG musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dan kering yang puncaknya terjadi pada Agustus 2026,"ujarnya.
Potensi akan terjadinya kekeringan terhadap lahan pertanian itu, kata dia, membuat jajarannya melakukan langkah antisipasi meminimalisasi risiko dampak dari kemarau tersebut. "Kita sudah melaksanakan gladi posko, jadi penyiapan tugas di tingkat kecamatan agar mereka selalu bersiap, dan selalu waspada terhadap perubahan gejala kondisi iklim," katanya.
Ia menyampaikan, tim tersebut berjumlah dua sampai tiga orang yang siap bergerak membantu masyarakat melakukan pompanisasi dari sumber air yang masih tersedia untuk dialiri ke daerah pertanian yang dilanda kekeringan." Untuk satu timnya berjumlah dua hingga tiga orang yang siap bergerak membantu masyarakat melakukan pompanisasi dari sumber air yang masih tersedia untuk dialiri ke daerah pertanian yang dilanda kekeringan,"tuturnya.
Saat ini, lanjut dia, sudah ada 95 unit mesin pompa air tersebar di seluruh kecamatan yang siap digunakan oleh tim untuk menyelamatkan lahan pertanian dari dampak kemarau."Kita juga sudah menyiapkan pompa-pompa air di tingkat lapangan di wilayah kecamatan, itu jumlahnya sebanyak 95 unit yang sudah kita sebarkan di tingkat UPT atau BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) di masing-masing wilayah," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....