Pemkab Berharap Lahan Sekolah Rakyat Disetujui Kemensos
- 14 Mei 2026 15:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana menyampaikan, saat ini rintisan Sekolah Rakyat di Garut telah membina 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Keberhasilan pengelolaan rintisan inilah yang membuat Garut dipertimbangkan menjadi lokasi pembangunan permanen di tahun 2026.
"Semoga acc karena sementara menurut peninjauan teman-teman semua di Kabupaten Garut atas arahan juga dari bapak semua its oke ya tinggal menunggu acc Kementerian PU melalui Kanwilnya yang ada di Provinsi Jawa Barat. Kita doakan saja semoga realisasi Oktober ini," katanya, di Setda Garut, Kamis, 14 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Kemensos RI, Herman, menjelaskan, peninjauan ini bertujuan memastikan lokasi calon sekolah memenuhi standar Program Strategis Nasional (PSN). " Kami ingin memastikan lokasi calon sekolah memenuhi standar Program Strategis Nasional (PSN),"katanya.
Ia menyampaikan, terdapat sembilan kriteria utama yang harus dipenuhi, beberapa di antaranya seperti lahan memiliki sertifikat resmi dan tidak dalam sengketa, bebas dari zona rawan bencana, bukan merupakan lahan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Sawah Yang Dilindungi (SYD), kontur tanah yang stabil dengan kemiringan tidak melebihi 10%.
"Nah nanti untuk kondisi di lapangan yang akan menentukan adalah dari Kementerian Pekerjaan Umum akan memastikan karena kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian PU bahwa tempat tersebut yang pertama adalah layak dalam arti tidak dalam kategori rawan bencana, kemudian istilahnya tanahnya tidak berkontur karena kemiringannya tidak boleh lebih dari 10% kira-kira," katanya.
Dalam hal ini, Tim Kemensos RI yang didampingi oleh Dinsos Garut dan DPMD Garut meninjau langsung rencana lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Garut yang bertempat di Wilayah Kecamatan Cikelet.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....