IPM Terendah di Jabar, Bupati Garut: Sulit Mengatasinya
- 03 Mei 2026 11:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut – Bupati Garut Abdusy Sakur Amin menyatakan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah Kabupaten Garut. Ia mengatakan, saat ini posisi IPM Garut berada di urutan 26 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
" IPM kabupaten Garut berada diperingkat terendah kedua di jawa barat yaitu diposisi 26 dari 27 kabupaten dan kota,"katanya, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menyampaikan, untuk mengejar ketertinggalan IPM ini tidak mudah, namun pihaknya tetap berupaya dan memerlukan kerjasama yang serius. "Ini saya lagi ngejar cuman memang gak gampang, banyak hal yang harus kita kerjakan bersama. Sehingga buat kami, kami perlu bantuan bapak ibu semua," tuturnya disela Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jabar, IA ITB asal Garut, dan Rumah Amal Salman, di Pendopo Garut.
Ia mengatakan, Garut merupakan kabupaten dengan luas wilayah mencapai 3.100 km², menjadikannya daerah terluas ketiga di Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk hampir 2,9 juta jiwa (peringkat kelima di Jawa Barat), skala permasalahan yang dihadapi pun cukup kompleks." Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang menempati posisi kelima di Jabar sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbanyak, dan terluas,"katanya.
Dari aspek ekonomi, Ia menyoroti rendahnya produktivitas masyarakat. Ia mengungkapkan data bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Garut saat ini berada di angka Rp30 juta, tertinggal jauh dibandingkan rata-rata Jawa Barat sebesar Rp57 juta dan nasional sebesar Rp74 juta." PDRB kabupaten garut juga tertinggal jauh, saat ini berada berada di angka Rp30 juta, tertinggal jauh dibandingkan rata-rata Jawa Barat sebesar Rp57 juta dan nasional sebesar Rp74 juta,"ujarnya.
Peningkatan produktivitas sebagai salah satu indikator untuk mengejar ketertinggalan IPM dan PDRB tentunya harus didukung juga oleh penguasaan teknologi. "Padahal kita semua tau bahwa peningkatan produktivitas itu harus didukung oleh penguasaan teknologi, ilmu pengetahuan dan juga akses modal," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif pertemuan ini. Ia secara terbuka mengajak para alumni ITB untuk bersinergi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Garut yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
"Tadi disampaikan bahwa bapak ibu, kalau bapak ibu ingin berkontribusi wah saya sangat senang sekali. Senang banget, kenapa? Karena kita itu di Garut itu banyak dinamika," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....